Wow! Eva Dwiana Sampaikan Bakal Bangun Wisata Walking Trail

banner 728x90

Infogeh.co, Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Bandar Lampung bakal membangun area Wisata Walking Trail.

Adapun Wisata Walking Trail ini nantinya akan dibangun di area Hutan Mangrove, Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Telukbetung Timur (TBT).

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengatakan jika pihaknya berkomitmen untuk menjadikan wilayah pesisir Bandar Lampung sebagai lokasi wisata.

Dia pun mengatakan jika pemukiman di daerah pesisir nantinya akan di bangun menjadi pemukiman wisata yang asri.

“Nanti semua akan kita perbaiki dan kita jadikan pemukiman pesisir sebagai tempat wisata,” ujar Eva Jumat (9/9/2022).

Senada dengan Walikota, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung Dirmansyah, pihaknya saat ini sedang merencanakan pembangunan lokasi wisata Walking trail.

Baca Juga Yuk :  Sidang Wartawan dan Para Terdakwa Ditunda Lantaran PH Belum Dapatkan BAP Turunan

Menurut Dirmansyah pembangunan tahun 2022 ini dimulai dari anggaran Rp 70 juta.

Dirmansyah menjelaskan, nantinya walking trail ini direncanakan akan membentang mengelilingi hutan Mangrove yang ada didepan Kantor Kelurahan Kota Karang.

Untuk dapat menikmati walking trail hutan Mangrove ini, pengunjung nantinya akan disediakan dua jalur masuk.

Jalur pertama berlokasi dekat Kantor Kelurahan Kota Karang, sedangkan satu lagi dari pangkal jembatan Pulau Pasaran yang ada di daratan Kota Karang.

“Jadi model walking trail ini memutari hutan Mangrove dari pangkal jembatan Pulau Pasaran, mutar kebagian luar, lalu keluar di dekat Kantor Kelurahan Kota Karang,” kata Dirmansyah saat dihubungi Sabtu (10/9/2022).

Menurut Dirmansyah, Lebar walking trail yang akan dibangun sendiri, sekitar 130 cm dan memanjang ratusan meter.

Dia melanjutkan, nantinya di tengah-tengah jalur walking trail akan dibangun tempat lebar untuk tempat istirahat.

Baca Juga Yuk :  Ribuan Jama'ah Ikuti Pengajian Akbar Bersama Gubernur Lampung

Adapun sejumlah fasilitas yang akan dibangun nantinya seperti gazebo sebagi tempat istirahat, kamar mandi, dll.

“Jadi pembangunan walking trail ini berkelanjutan, tahun ini Rp 70 juta itu cuma dapat 60 meter,” kata Dirmansyah

“Kami juga coba kolaborasi dengan perusahan untuk CSR peduli lingkungan dan lainnya,” ungkapnya.

Pembangunan walking trail ini, menurut Dirmansyah sesuai Raperda tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan daerah tahun 2022-2025.

Ia pun melanjutkan jika wisata walking trail ini nantinya akan dikelola warga setempat melalui pokdarwis.

“Jadi ini dalam pembentuk desa wisata. Nanti setelah walking trail hutan Mangrove ini jadi yang akan kelolah masyarakat melalui Pokdarwis,” tutupnya.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di sini

banner 1080x1080
close
Banner iklan disini