Wakil Ketua DPRD Jabar Temui Mahasiswa, Demo di Bandung Akhirnya Bubar

infogeh.co, Bandung –  Aksi sejumlah mahasiswa yang tergabung ke dalam Aliansi Mahasiswa se-Bandung Raya di Gedung DPRD Jabar pada Kamis (14/4) membubarkan diri usai ditemui Wakil Ketua DPRD Jabar, Achmad Ruhiat. Perwakilan dari anggota dewan dari Fraksi PKS itu sepakat untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa ke DPR RI.

“Kami di DPR sekarang sedang dibuat secara kelembagaan harus menyampaikan aspirasi ini ke DPR RI karena pemegang kebijakan hal ini menjadi kewenangan dari pemerintah pusat,” kata dia.

Achmad menambahkan, pihaknya bakal menindaklanjuti aspirasi tersebut pada hari ini dan akan disampaikan ke Ketua DPR RI, Puan Maharani. Lebih lanjut, dia meminta pada mahasiswa untuk membubarkan diri.

“Iya, saya gak akan menunggu besok, sekarang harus dibuat yang saya tanda tangani agar dibuatkan nomor surat resmi dan disampaikan kepada Ketua DPR RI Puan Maharani,” ucap dia.

Sementara itu, mahasiswa memberi tenggat waktu 3×24 jam agar anggota dewan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan. Bila tak ditindaklanjuti, mahasiswa akan kembali mendatangi gedung dewan dengan membawa jumlah massa yang lebih besar

“Apabila tidak ada perubahan signifikan kami akan datang kembali dengan jumlah massa yang lebih besar,” kata seorang perwakilan massa mahasiswa.
“Tolong sampaikan info tolong sampaikan pada pimpinan DPRD Jabar yang lain,” lanjut mahasiswa itu.

Adapun usai diterima oleh anggota dewan, terlihat perlahan mahasiswa membubarkan diri dari depan gedung dewan. Sementara itu, sejumlah anggota kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi. Ruas Jalan Diponegoro yang sempat ditutup pun sudah kembali dibuka.

Sebelumnya diberitakan, para mahasiswa itu sempat berupaya untuk menerobos pagar dan menyalakan flare. Sebagaimana diketahui, ada 5 tuntutan yang hendak disampaikan oleh mahasiswa antara lain:

  1. Stabilisasi harga bahan pokok seperti minyak goreng dan lain-lain serta penjaminan atas ketersediaannya;
  2. Turunkan kembali harga BBM melalui pembatalan kebijakan naiknya harga;
  3. Batalkan kebijakan naiknya pajak;
  4. Hentikan pembangunan IKN di tengah situasi transisi yang dilanda oleh krisis multi sektor;
  5. Menolak wacana penundaan pemilu dan wacana 3 periode masa jabatan presiden;

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com

Editor/Wartawan