Waduh! Pejabat DPRD Lampura Diperiksa Usai Dana Publikasi 2,1 Miliar Lenyap Tak Berbekas

Infogeh.co, Lampung Utara – Seorang pejabat DPRD Lampung Utara (Lampura) berinisial WS diperiksa di Mapolres Lampung Utara.

WS diduga diperiksa terkait anggaran publikasi di DPRD Lampura.

WS mulai menjalani pemeriksaan sejak pukul 15.30 hingga malam hari di ruang Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Sat Reskrim Mapolres Lampung Utara.

Kasat Reskrim AKP Eko Rendi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan terhadap pejabat berinisial WS selaku PPTK pada Kamis (13/10/2022).

Iya dilakukan pemeriksaan terhadap PPTK Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan,” ujar

Kasat Reskrim AKP Eko Rendi, Jumat (14/10/2022).

Rendy mengatakan WS diperiksa kurang lebih 7 jam.

Pejabat tersebut diberikan 33 pertanyaan dalam pemeriksaan tersebut.

Pemeriksaan ini dilakukan atas adanya informasi yang diterima polisi, soal adanya dugaan anggaran dana publikasi di DPRD Kabupten Lampung Utara tahun 2022, sebesar Rp 2,1 miliar.

Anggaran tersebut telah habis, tetapi langganan kerja sama dengan media, tidak terbayarkan.

Selain itu, ada surat perintah yang diberikan kepada anggota untuk lakukan pengumpulan bahan keterangan.

“Kita mulai lakukan pengumpulan keterangan dan barang bukti terkait anggaran publikasi di DPRD,” kata dia.

Ketika ditanya apakah akan ada pejabat sekretariat yang akan dimintai keterangan, Eko Rendi mengatakan jika penyidik telah mengagendakan pengambilan keterangan pejabat sekretariat DPRD lainnya.

Kita akan minta keterangan PPK berinisial SP, Kuasa Pengguna Anggara (KPA) berinsial Al dan Pengguna Anggara (PA) berinisial AA,” jelasnya.

Habisnya anggaran Rp 2,1 miliar itu diungkapkan Kasubag Tata Usaha Kasubag Tata Usaha Bagian Umum Sekretariat DPRD Lampung Utara, Winda Susanti, saat berdialog bersama Wakil Bupati Ardian Saputra serta perwakilan awak media, Senin (10/10/2022).

“Anggaran publikasi media tahun ini sekitar Rp 2,1 miliar. Dan sampai hari ini dana itu sudah tidak ada lagi,” ujar Winda.

Namun Winda tak menjelaskan kemana saja dana tersebut dikucurkan.

Sementara itu, WS dicoba untuk dikonfirmasi via teleponnya, tidak direspon.

Dihubungi via WA juga belum ada respon.

WS tidak keluar dari ruang Tipidkor Satreskrim Polres Lampung Utara sampai pukul 21.30 WIB.

Sebelumnya sebanyak 30 jurnalis di Lampung Utara melakukan aksi demo, Kamis 13 Oktober 2022.

Dalam aksi demo tersebut para jurnalis di Lampung Utara menyampaikan sejumlah tuntutan.

Jurnalis di Lampung Utara meminta kepada Bupati atau Wakil Bupati Lampung Utara untuk mencopot sekretaris DPRD Lampung Utara.

 

Artikel ini sebelumnya telah tayang di sini