Tiyuh Panumangan Laksanakan Prosesi Adat Begawi

GR (TULANGBAWANG BARAT) – Tokoh Adat Marga tegamo’an Tiyuh Penumangan harapkan prosesi acara adat yaitu Begawi tetap dilaksanakan, disetiap pelaksanaan Upacara pernikahan di bumi Ragem Sai Mangi Wawai.

Karena, begawi merupakan salah satu upacara Adat Lampung pepadun yang kini bisa dikatakan hampir punah atau tidak pernah lagi dilaksanakan pada saat acara pernikahan.sehingga salah satu budaya lampung ini terancam hilang.

“Sangat disayangkan karena Begawi itu merupakan warisan leluhur atau peninggalan nenek moyang yang semestinya terus-menerus dilaksanakan setiap acara Pernikahan,tetapi justru malah sebaliknya.meskipun masyarakat  tersebut tergolong orang  yang punya atau mampu namun tidak memiliki keinginan untuk melestarikan budaya adat tersebut.justru malah yang lebih diutamakan mengundang musik organ tunggal yang berkelas atau biaya yang mahal demi menarik minat masyarakat.” Jelas Baheromsyah (Gelar Tuan Sesunan) salah satu Tokoh Adat marga Tegamo’an Tiyuh Penumangan saat ditemui di kediamannya Minggu (18/2/2018).

Ditambahkannya, dengan selalu di lestarikannya budaya dan adat Lampung itu,merupakan salah satu kewajiban bagi perwatin juga anak adat untuk mempertahankanya.bila dilihat dari setiap acara pernikahan yang dilaksanakan khususnya kampung-kampung tua diantaranya tiyuh Pagar Dewa,Gunung Terang, Penumangan,Panaragan,Menggala Mas,Bandar Dewa dan beberapa tiyuh lainya bisa dikatakan tidak lagi mengadakan acara begawi itu lagi.” Tukasnya

” Begitu miris jika kita membayangkan hal tersebut,apa jadinya jika itu berkelanjutan maka yang terjadi nanti semua yang menyangkut tentang kegiatan adat istiadat akan hilang ditelan oleh zaman yang mengedepankan budaya asing.” Imbuhnya

Baheromsyah mengajak kepada seluruh penyimbang (tokoh adat), masyarakat khususnya dikabupaten Tulangbawang Barat untuk bersama-sama melestarikan adat budaya lampung sehingga tetap  menjadi kebanggaan bagi generasi penerus atau anak adat saat ini juga di masa mendatang.“ Ajaknya

“ Intinya dalam melakukan setiap acara pernikahan,seharusnya mengedepankan acara begawi agar menjadi contoh bagi generasi penerus atau anak adat khususnya yang ada dikabupaten Tulangbawang barat” Tutupnya (Joni)