Tiga Desa di Ile Ape Timur Diminta Siaga Akibat Ancaman Lahar Dingin Gunung Ile Lewotolok

infogeh.co, Nusa Tenggara – Erupsi gunung api Ile Lewotolok masih terus terjadi. Petugas Pos Pemantau Gunung Api (PPGA) Ile Lewotolok melaporkan dua kali erupsi yang terjadi pada Jumat, 10 Juni 2022.

Teramati letusan dengan tinggi kolom abu 300-400 meter di atas permukaan gunung dengan warna asap putih ada kelabu.

Petugas PPGA Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian, menerangkan telah terjadi peningkatan tekanan dan suplai magma sehingga terjadi erupsi efusif disertai lelehan lava.

Akibatnya, daya tampung kawah sudah dipenuhi endapan abu vulkanik dan bekuan magma. Lelehan guguran lava sudah mencapai 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke timur.

Pihaknya pun telah mengeluarkan rekomendasi baru kepada masyarakat dengan potensi ancaman bahaya terkini dari gunung api dengan level III (Siaga) ini.

Dalam tingkat aktivitas Level III (Siaga), masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung atau pendaki atau wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak Ile Lewotolok, radius 3.5 km untuk sektor tenggara, radius 4 km untuk sektor timur dan timur laut.

“Masyarakat Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman guguran lava pijar dan awan panas dari bagian timur puncak gunung,” kata Arakian, Sabtu (11/6).

Mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lain, maka, tandasnya, masyarakat yang berada di sekitar Ile Lewotolok perlu menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

“Mengingat abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling Ile Lewotolok maka masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak agar mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar terutama di saat musim hujan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata Siprianus Meru mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengimbau kepada masyarakat yang bermukim di seputaran Ile Lewotolok supaya waspada selalu terhadap ancaman dari erupsi dan meluapnya lava panas dari kawah Ile Lewotolok.

Dia memastikan koordinasi sampai ke pemerintah level bawah untuk melakukan sosialisasi di desa juga telah dilakukan.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparna.com

Editor/Wartawan