Ternyata Anak Durhaka di Magelang Racuni Satu Keluarganya dengan Sianida

infogeh.co, Magelang – Polisi mengungkap fakta baru kasus pembunuhan satu keluarga di Magelang, Jawa Tengah, oleh Dhio Daffa (22) anak kandung korban sendiri. Rupanya ketiga korban tewas karena racun sianida bukan arsenik.

Plt Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan, percobaan pembunuhan itu dilakukan dua kali oleh tersangka. Pertama ia mencampur es dawet dengan arsenik namun upaya itu gagal.

Percobaan kedua, ia mencampur teh dan kopi dengan sianida. Upaya itu berhasil dan menewaskan ibu, ayah dan kakak perempuan tersangka.

“Di bagian lambung korban yang meninggal ternyata ditemukan zat lain yakni zat yang bergolongan sianida, tidak hanya arsenik. Kemarin kan sempat disampaikan yang bersangkutan menggunakan arsenik, ternyata yang kita temukan di dalam organ tubuh sampelnya adalah golongan sianida,” ujar Sajarod, Rabu (30/12).

Polisi juga menemukan ada 1 botol sianida di tempat kejadian. Sama seperti arsenik, racun mematikan itu dibeli Dhio di toko online. Racun itu kemudian disimpan di mobil keluarganya.

“Sianida didapat sama di online, jadi kemarin membeli dua zat kimia satu sianida sebanyak 100 gram. Kedua adalah arsenik sejumlah 10 gram. Semuanya belanja dengan cara online. Pembeliannya berbeda-beda dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama, pembelian pertama arsenik,” sebut dia.

Ia menjelaskan, tersangka memutuskan membeli sianida karena arsenik yang ia gunakan pada percobaan pertama gagal. Di percobaan kedua barulah membuat keluarga pelaku tewas.

“Karena dosisnya terlalu sedikit dan tidak berpengaruh sampai menyebabkan korban meninggal dunia. Sehingga mencoba mengulangi lagi dengan menggunakan sianida,” jelas Sajarod.

Dengan munculnya fakta baru ini, polisi menyimpulkan kematian ketiga korban karena racun sianida. Kemungkinan temuan arsenik dalam tubuh korban merupakan sisa dari percobaan pembunuhan pertama.

“Korban yang meninggal dunia ini dimungkinkan karena sianida. Tubuh menjadi lemas. Berapa banyak racun sisa kemarin kita kirim ke labfor sudah kita kirim ke labfor,” kata dia.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com