Tawuran Siswa SD dan SMP Tewaskan Remaja di Palmerah

infogeh.co, Jakarta – Tawuran maut yang menewaskan satu orang pemuda dan melibatkan anak-anak di bawah umur di Palmerah, Jakarta Barat, pada Sabtu (9/4/) kemarin, berawal dari saling ejek di media sosial (medsos).

Kapolsek Palmerah AKP Dodi Abdulrohim mengatakan, pada saat itu, kelompok remaja dari Kota Bambu Utara dan Selatan sedang berkeliling untuk membangunkan sahur. Kendati demikian, kelompok tersebut sebelumnya memang telah membuat janji untuk melaksanakan tawuran di medsos.

Hanya saja, pada Sabtu (9/4) kemarin, remaja dari Kota Bambu Utara dan Selatan itu sama sekali tidak membawa benda yang dapat melukai seperti senjata tajam. Menurutnya, mereka memang hanya murni berkeliling untuk membangunkan warga sahur

“Pada saat itu, memang anak-anak itu sedang acara membangunkan sahur. Antara anak-anak Kota Bambu Utara dan Selatan, cuman ada penyusup dari anak anak Jatipulo,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Kamis (14/4)

“Mereka menamakan diri mereka junior Jatipulo di IG-nya itu, memang ada tantangan-tantangan yang kami lihat,” sambungnya.

Ketika sedang membangunkan sahur itulah, kata Dodi, mereka kemudian dicegat di Jalan Sanip, Kelurahan Jati Pulo, Kecamatan Palmerah, sekitar pukul 03.00 WIB.

Berbeda dengan kelompok Kota Bambu Utara dan Selatan, Dodi mengatakan, kelompok remaja Jatipulo yang mencegat mereka sudah mempersiapkan diri dengan sejumlah senjata tajam.

Akibat bentrokan tersebut, seorang pemuda berinisial MD (20) tewas usai menerima luka bacok di bagian dada. Sementara dua orang rekan dari MD yang berinisial A dan Z mengalami luka bacokan di bagian punggung belakang.

“Meninggal dunia (luka) di bagian dada. Yang sedang dirawat itu bagian punggung dan bokong,” ujarnya.

Pasca peristiwa tersebut, Dodi mengatakan, pihaknya langsung menangkap delapan orang pelaku terduga pelaku tawuran yang seluruhnya masih di bawah umur. Selain itu, delapan orang tersebut saat ini masih berstatus siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Mereka yang ditangkap merupakan J (14), R (14), AN (16), GEF (15), SR (14), NR (14), RR (14) dan RF (14). Ia menjelaskan, dari delapan pelaku tawuran maut itu, dua diantaranya yakni RF (14) dan J (14) merupakan eksekutor pembacokan. Sementara sisanya turut serta dalam penganiayaan.

Akibat perbuatannya itu, para pelaku dikenakan pasal 170 dan 358 KUHP dengan ancaman hukuman diatas tujuh tahun penjara.

Kendati demikian, Dodi mengatakan, pihaknya turut menggandeng Balai Pemasyarakatan dalam penanganan proses hukum tersebut. Pasalnya saat ini para pelaku masih berstatus di bawah umum.

Dikonfirmasi terpisah, Pembimbing Permasyarakatan Bapas Widya mengatakan, pihaknya tengah mengkaji pelaksanaan diversi untuk anak yang bermasalah dengan hukum tersebut.

 

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Cnnindonesia.com

Editor/Wartawan