Selama 6 Tahun Buaya di Palu Terlilit Ban, Kini Akhirnya Bebas

infogeh.co, Palu – Seekor buaya berukuran empat meter yang terlilit ban sepedah motor selama hampir dua tahun dan sempat viral pada Februari 2020 lalu, akhirnya terlepas dari lilitan dengan bantuan warga setempat.

Buaya berkalung ban sepeda motor yang sempat viral di Palu, Sulawesi Tengah juga berhasil dievakuasi, pada Senin (07/02). Ban sepeda motor itu berhasil dilepas dari buaya itu oleh seorang warga Palu bernama Tili dengan menggunakan alat seadanya.

Tili mengatakan dia “sudah baru selama tiga minggu berupaya, dua kali lepas dan ini yang ketiga. Saya memang mau tolong”

“Saya pakai tali, aku kasih makan, dikasih ayamku, langsung kutarik,…sempat melawan, dan banyak orang bantu,” kata Tili yang menunggu buaya itu berminggu-minggu di sepanjang sungai.

Dia mengatakan warga lain yang membantu memotong ban di leher buaya itu.

Setelah ban yang melilit buaya ban itu di lepas, warga langsung melepas buaya tersebut ke Sungai Palu, yang diketahui habitat buaya tersebut. Anak buaya yang berada di sisi buaya diduga adalah anak buaya tersebut.
Kondisi buaya dikabarkan sedikit luka akibat jeratan dan diobati kata Tili.

Pada Februari 2020 lalu, presenter asal Australia Matt Wright dan rekannya, seorang pakar reptil, Chris Wilson, berkunjung untuk melepaskan buaya dari jeratan ban.

Ketika itu, dua pakar itu bergabung dengan tim satuan tugas yang dipimpin Kepala Seksi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah Haruna setelah berkonsultasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan mendapat izin resmi.

Saat itu, dalam unggahan di akun Instagram miliknya, Wright menunjukkan proses “latihan” bersama anggota tim dengan memanfaatkan buaya yang berukuran lebih kecil.

“Ketua tim bertanya padaku apakah kita bisa menangkap buaya yang lebih kecil sebagai latihan, jadi aku menunjukkan apa yang dapat kita lakukan sebelum menuju ke event sesungguhnya,” kata Wright.

Tim tersebut berencana untuk menarik perhatian buaya tersebut agar keluar dari sungai dan masuk ke “perangkap” yang telah mereka siapkan, untuk memudahkan mereka mengatur strategi untuk melepaskan lilitan ban dari lehernya.

Wright mengungkapkan tantangan utama dalam menarik perhatian buaya agar keluar dari sungai adalah kondisi sungai dan fakta bahwa buaya tersebut tidak lapar karena ada banyak sumber makanan di sungai.

“Kami harus yakin kami benar-benar siap untuk tantangan ini dan setiap orang paham tugasnya,” katanya.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com

Editor/Wartawan