Sejumlah Zat Kimia Berbahaya Ditemukan di Beberapa Sungai di Bandar Lampung

infogeh.co, Bandarlampung – Ekspedisi Sungai Nusantara dari yayasan Ecoton Foundation menyebutkan kualitas air di perairan Bandar Lampung menunjukkan adanya kontaminasi mikroplastik 40-80 partikel mikroplastik di tiap 100 liter air.

“Jenis yang paling banyak ditemukan fiber yang berasal dari limbah pencucian tekstil/pakaian (laundry),” kata Direktur Eksekutif Ecoton Foundation Prigi Arisandi, Jumat, 22, April 2022.

Kategori perairan tercemar itu berdasarkan parameter kunci yang melebihi baku mutu atau standar kualitas air PP 22/2021.

“Senyawa yang di atas baku mutu phospat, khlorin dan nitrat. Sedangkan untuk logam berat yang melebihi baku mutu mangan dan besi,” ujarnya.

Dari penelitiannya ia melihat adanya parameter kimia pada kualitas air yang cukup tinggi dapat mempengaruhi kesehatan sungai, tingginya kadar klorin di perairan sungai Way Kuripan dan Sungai Belau. Umumnya berasal dari limbah domestik, seperti pembersih rumah tangga.

“Dampak dari klorin terhadap lingkungan bersifat racun bagi biota air dan imbas ke kesehatan manusia berupa penyakit berbasis air, seperti dermatitis, gastritis dan diare akut,” ujarnya.

Menurutnya, air di dua sungai tersebut terdapat kandungan fosfat yang sangat tinggi. “Itu berasal dari bahan detergen atau sabun mandi, sabun pakaian dan bahan personal care,” tuturnya.

Sementara, kandungan logam, seperti mangan dan besi juga harus menjadi perhatian serius. Umumnya logam itu berasal dari limbah buangan rumah tangga dan industri yang tidak dikelola dengan baik sehingga terbuang langsung ke badan air.

Terpisah, Eka Chlara Budiarti, Koordinator Program Zerowaste Ecoton, mengatakan Pemkot Bandar Lampung harus menyediakan pengolahan sampah di setiap kelurahan.

“Setiap kelurahan harus menyediakan tempat pengelola sampah sementara. Sehingga warga tidak membuang sampah ke Way Kuripan dan Belau,” katanya.

Selain itu, perlu juga regulasi yang melarang atau mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, seperti tas kresek, saset, botol air minum sekali pakai, styrofoam, sedotan dan popok.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Lampost.co

Editor/Wartawan