Puluhan Warga Tidak Mampu Tiyuh Karta Tubaba Protes Persoalkan Jatah Rastra

Gerbang Republik (Tulangbawang barat) – Puluhan warga kurang mampu datangi Balai tiyuh untuk melakukan protes akibat tidak mendapatkan jatah Rastra.

Aksi yang dilakukan oleh puluhan warga tiyuh Karta kecamatan Tulangbawang Udik kabupaten Tulangbawang barat ini tak lain hanya menyampaikan rasa kekecewaan mereka, karena pembagian jatah Rastra oleh aparat dianggap tebang pilih atau tidak sesuai dengan ketentuan.

Kedatangan mereka bukan tanpa alasan pasalnya pembagian beras Rasta yang di bagikan dari Dinas Sosial setempat yang diketahui 10 kg per kepala keluarga secara gratis tersebut dianggap tidak tepat sasaran, justru sebaliknya beberapa warga yang ekonominya sudah mapan dan mempunyai penghasilan lebih justru mendapatkan Rasta tersebut, sedangkan belasan warga miskin yang kurang mampu malah tidak mendapatkan haknya.

Menjadi tanda tanya besar bagi belasan warga tiyuh Karta serta menganggap pembagian bantuan Rastra tersebut tidak transparan atas jatah Rasta yang dibagikan, Ironisnya data yang mendapatkan jatah Rasta tersebut tidak sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya, untuk jatah Rasta yang diterima Tiyuh Karta hanya 105 kepala keluarga sementara warga yang berhak mendapatkan hampir mencapai 400 kepala keluarga.

Disampaikan oleh Turunan warga Tiyuh Karta Rk 8/8, saat dimintai keterangan Minggu (18/3/2018) menjelaskan, bahwa dirinya kecewa atas kinerja aparatur tiyuh setempat yang dianggap tidak transparan dalam membagikan jatah Rasta tersebut.” Terangya

” Bagaimana tidak ada tetangga saya yang ekonominya dikatakan sudah mapan bahkan memiliki warung sembako justru mendapatkan beras Rasta,sementara masih banyak warga yang kurang mampu lainya dan sangat wajar mendapatkan bantuan itu nyatanya tidak diberikan.” Ujarnya

Ditempat terpisah sekretaris Tiyuh Karta Kamsun saat dikonfirmasi awak media menjelaskan, Bahwa pihak tiyuh sudah berkoordinasi dengan pihak terkait tentang data penerima Rastra tersebut tidak sesuai dan hanya menimbulkan iri satu sama lain warga yang tidak mendapatkan, sementara pihak aparatur tiyuh sendiri bingung data dari mana yang dipakai untuk pembagian Rastra tersebut, sementara pihak tiyuh sudah beberapa kali mengirimkan data penerima Rastra akan tetapi yang muncul dari Dinas Sosial masih tetap data yang sama”. Jelasnya

Kami berharap kepada dinas terkait agar segera merubah data sesuai dengan apa yang telah diajukan oleh tiyuh agar tidak menimbulkan kekecewaan warga sekitar yang memang layak mendapat kan jatah Rastra tersebut.kami juga merasa bersalah ketika memang harus mengikuti data yang ada, seolah-olah kami yang mengatur hal tersebut padahal kami hanya membagikan sesuai dengan data yang ada.” Imbuhnya (Joni)