PT LIB Ternyata Tolak Laga Arema FC vs Persebaya Dimundurkan Jadi Sore Hari, Begini Kronologinya

infogeh.co, Malang – Awan hitam menyelimuti sepak bola Indonesia. Ratusan orang merenggut nyawa dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10).

Tragedi tersebut terjadi pasca laga Arema FC kontra Persebaya yang berlangsung malam hari, tepatnya kick-off pada pukul 20:00 WIB. Sejatinya, kubu Arema telah meminta perubahan jadwal kick-off duel bertajuk Derbi Jawa Timur ini, namun ditolak oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1.

Kronologinya, pada 12 September, Arema FC dan Polres Malang meminta perubahan kick-off laga lawan Persebaya. Mereka sepakat meminta kick-off Arema kontra Persebaya dimajukan menjadi pukul 15:30 WIB.

“Kami sudah mengajukan perubahan jadwal sesuai surat yang dikirimkan Polres Malang, semula kick-off pukul 20.00 WIB diajukan menjadi pukul 15.30 WIB,” ucap Ketua Panpel Arema, Abdul Haris, dikutip dari WeAremania.

Namun, pada 19 September, PT LIB menolak permintaan tersebut. Operator kompetisi sepak bola Indonesia itu tetap meminta laga Arema FC vs Persebaya dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan yakni pukul 20:00 WIB.

Kemudian pada 1 Oktober, laga Arema vs Persebaya tetap dilaksanakan sesuai jam yang telah ditentukan dengan kemenangan untuk ‘Bajul Ijo’ 3-2. Laga yang digelar malam hari itu berakhir rusuh dan mengakibatkan 125 orang tewas.

Adapun dalih dari PT LIB untuk tetap menggelar laga Arema vs Persebaya pada malam hari adalah karena terjadi kesepahaman bersama antara PT LIB, Panpel, dan pihak keamanan setelah melewati diskusi. Selain itu, ada beberapa persyaratan, salah satunya dilarangnya suporter tim tamu hadir ke stadion.

“Atas diskusi yang dilakukan oleh panitia pelaksana dan pihak keamanan maka terjadi kesepahaman tetap dilakukan di malam hari,” ucap Yunus Nusi kepada wartawan, Minggu (2/10).

“PT LIB dan Panpel melakukan diskusi dan terjadi kesepahaman bersama bahwa dengan beberapa persyaratan salah satunya untuk tidak menghadirkan suporter lawan ke stadion dan itu yang menjadi rujukan dari pihak panpel dan PT LIB untuk ber-positive thinking bahwa sulit untuk akan ada kerusuhan ketika tidak ada rivalitas dan tidak ada suporter dari Persebaya yang datang ke Malang,” tambahnya.

Nasi telah menjadi bubur, tragedi tersebut kini menyisakan duka mendalam bagi publik Indonesia, khususnya klub Arema FC. Korban tewas rata-rata karena sesak napas akibat gas air mata yang ditembakkan ke tribune penonton.

Penembakan gas air mata oleh pihak keamanan bermula ketika ribuan suporter ‘Singo Edan’ masuk ke dalam lapangan untuk melampiaskan kekecewaan karena timnya kalah.

Buntut tragedi di Stadion Kanjuruhan, pada Senin (3/10), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot AKBP Ferli Hidayat dari jabatannya sebagai Kapolres Malang. Pencopotan tersebut tertuang dalam surat telegram rahasia Kapolri dengan Nomor ST/2098/X/KEP/2022.

“Menonaktifkan sekaligus mengganti Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat,” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo di Malang, Jawa Timur, Senin (3/10).

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com