Pria Berkaus TNI Marahi Penumpang Minta Paksa Tukar Kursi di Bus

infogeh.co, Jakarta – Sebuah pengalaman tidak menyenangkan dibagikan oleh salah seorang penumpang bernama Ochi yang berangkat dari Jakarta tujuan Temanggung, Sabtu (26/3) malam.

Ia mengaku ‘dipaksa’ menukar tempat duduknya oleh penumpang lain. Permintaan itu lalu ditolak Ochi karena sejak awal ia memang sudah memilih bangku tersebut, dengan berbagai pertimbangan.

“Jadi aku sengaja pesan kelas sleeper, agak mahal tapi lebih private jadi rencananya mau sambil kerja. Karena aku gemuk dan sering buang air kalau dingin, jadi aku sengaja request tempat duduk di bawah,” kata Ochi kepada kumparan, Sabtu (26/3).

Ochi lalu mendapatkan tiket kursi bawah di belakang. Saat mengambil tiket di agen pun, Ochi sempat memastikan posisi duduknya sekali lagi. Sayangnya, begitu bus tiba, tempat duduk Ochi rupanya sudah diisi penumpang lain.

“Ibu-ibu di sebelahku minta tukar kursi karena anaknya dapat tempat duduk di atasku. Karena si anak ini sudah besar, jadi aku menolak. Mungkin salahku juga sih ini karena aku jadi egois, makanya waktu nolak aku minta maaf berkali-kali dan dia bilang enggak apa-apa,” lanjutnya.

Baru duduk sebentar, Ochi dihampiri seorang pria berkaus AD yang mengaku sebagai bapak dari anak tersebut. Bapak itu meminta hal yang serupa. Katanya, anaknya sedang diare, sehingga akan repot jika duduk di atas.

Ochi pun akhirnya menuruti permintaan bapak tersebut. Ia juga sempat memberi penjelasan kepada yang bersangkutan terkait persoalan memilih bangku saat membeli tiket.

“Akhirnya aku mau tuh tukar bangku, meski agak enggak ikhlas juga. Waktu itu aku emang bilang, ‘Pak coba lain kali pas pesan sekalian pilih bangku aja, kan enak, saya juga gitu soalnya’,” jelasnya kepada bapak tersebut.

Sontak bapak tersebut merasa tak terima dengan penjelasan Ochi. Bapak tersebut malah marah-marah.

“Eh tiba-tiba dia ngamuk dan teriak-teriak ngata-ngatain aku di depan penumpang lain,” ungkap Ochi.
Karena syok, penyakit asma Ochi langsung kambuh. Penumpang lain dan kru bus langsung menghampirinya dan memberikan pertolongan.

“Asli lemes banget, enggak bisa napas, tangan sama muka mati rasa dan kesemutan. Tapi alhamdulillah, setelah beberapa menit, udah enakan dan bisa tetap lanjut perjalanan,” ucapnya.

Ochi akhirnya memang tetap mendapat bangku yang sudah dipesan sejak awal dan sesuai yang tertera di tiket. Namun akibat peristiwa ini, ia masih merasa takut dan tidak nyaman. Rencana menempuh perjalanan sambil bekerja pun sirna.

“Sampai akhir beliau enggak ada bilang maaf atau apa. Malah aku yang minta maaf. Kru bus juga menenangkan dan bilang aku enggak perlu takut karena si bapak ini pamong masyarakat. Tapi ya gimana hahaha,” tutupnya.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com

Editor/Wartawan