Polisi Gerebek Rumah Penjagalan Anjing di Blitar

infogeh.co, Blitar – Sebuah rumah penjagalan anjing di Desa Sidomulyo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur digerebek. Pemilik rumah berinisial K pun diamankan pihak kepolisian.

Hal tersebut disampaikan, Kapolsek Selorejo AKP Eddy Suhartono. Ia menyebut penggerebekan ini bermula saat pihaknya mendapatkan informasi dari aktivis. Pihaknya pun langsung melakukan penelusuran bersama.

“Kami bersama aktivis pelindung hewan dari Bogor, menelusuri di rumah Pak K, Desa Sidomulyo,” kata Eddy, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Kamis (24/3)

Di rumah K, polisi pun menemukan puluhan anjing yang disekap, diikat dan dikerangkeng. Ada pula yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dan telah terpotong.

“Ditemukan anjing di dua kandang dalam keadaan terikat, ada di karung, ada yang ditemukan terpotong di freezer. Total ada 40 yang sudah dipotong 6,” ucapnya.

Saat ini, Eddy mengatakan pemilik rumah jagal, K pun telah digelandang ke Polres Blitar, untuk diperiksa lebih lanjut.

“Sudah kami laporkan ke pimpinan. Resmob sudah ke TKP. Pak K sedang diperiksa di Polres Blitar sudah kami serahkan,” ucap dia.

Koordinator Animals Hope Shelter (AHS) Christian Joshua Pale, mengaku telah melaporkan pemilik rumah penjagalan anjing ini ke Polres Blitar. Laporan itu diterima dengan nomor LP/B/16/III/2022/SPKT/POLRES BLITAR/POLDA JAWA TIMUR.

Christian mengatakan keberadaan rumah jagal ini pertama kali diketahuinya oleh salah satu tim AHS melalui laporan warga. Mereka pun mencari tahu dengan mendatangi tempat Selorejo, Blitar.

Benar saja, di lokasi tersebut kemudian ditemukan belasan anjing yang terikat dan ditutupi karung. Lalu di rumah jaga itu pula, terdapat dua ruangan yang digunakan anjing-anjing lainnya.

Lebih mirisnya, terdapat pula enam ekor anjing yang telah dalam kondisi meninggal dan terbakar yang ditemukan dalam lemari pendingin.

“Total ada 36 ekor anjing. Mereka disekap, diikat dan ditutupi karung. Ada yang sudah dipotong dan dimasukin ke dalam freezer,” ucapnya.

Sejauh ini, polisi belum menyebutkan soal penetapan tersangka atau jeratan pasalnya.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Cnnindonesia.com

Editor/Wartawan