Pilu! Wanita Asal Lamsel dengan Keterbelakangan Mental Hamil 7 Bulan, Siapa Pelakunya?

Infogeh.co, Lampung Selatan – Bungga panggil saja nama samaran warga Desa Bumidaya Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan yang tengah hamil tujuh bulan tanpa ada suami.

Berdasarkan informasi yang diterima media, Bungga (25) yang mengalami keterbelakangan mental, saat ini hidup berdua dengan sang ayah lantaran sang ibu sudah meninggal sejak dia masih kecil.

Pihak keluarga mengetahui kalau si Bungga hamil karna merasa curiga dengan kondisi dia saat ini yang perutnya makin membesar.

Untuk memastikan, pihak keluarga membawa Bungga kebidan setempat untuk menjalani pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, didapat fakta bahwa Bungga benar telah hamil 5 bulan saat itu, dan menginjak 7 bulan saat ini.

Kadus setempat, membenarkan peristiwa yang menimpa warganya, dia juga merasa kesulitan untuk mencari siapa yang pelaku yang telah tega menghamili gadis yang mempunyai keterbelakangan mental itu.

Pasalnya, Bungga mengalami keterbelakangan mental dari kecil dan susah untuk di ajak komunikasi.

Menurut dia, Bungga sering dirumah sendirian lantaran bapaknya sibuk bekerja, cuma pernah melihat ada orang yang sering kerumah bapaknya, tetapai dia tidak menuduh kalau dia pelakunya.

Saat itu sempat memanggil untuk di mintain keterangan dia, karna tidak merasa melakukan dia tidak mengakui.

“Saya tidak menuduh dia pelakunya, karna saya sering melihat dia kerumah bapaknya, saya tanyakan dia, sedangkan korban setiap di tanya siapa pelakunya hanya bisa senyum – senyum saja. Saat ini pihak keluarga menunggu si bayi lahir dan akan di lakukan tes DNA,” kata dia, Selasa, (11/10/2022).

“Sedangkan biaya untuk melalukan tes DNA tidak sedikit, Pihak keluarga pun saat masih kebingungan untuk mencari dana tersebut.” Sambung dia.

Sementara itu Kepala Desa Bumi Daya, Dudi Herman saat di konfirmasi kejadian tersebut tidak mengetahui persis kejadian tersebut karna dirinya tidak menerima laporan perihal kejadian itu.

“Saya malah baru denger kejadian ini mas, lebih pahamnya coba hubungi kadus setempat mas,” kata dia melalui sambungan telepon seluler.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di sini