Paus Sperma 12 Meter Ditemukan Mati Terdampar di NTT

infogeh.co, NTT – Seekor paus sperma (Physetermacrocephalus) mati terdampar di Desa Wadu Maddi, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, NTT, beberapa waktu lalu.

Bangkai mamalia laut ini pun akhirnya dikuburkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP) melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL).

Kepala BKKPN Kupang Imam Fauzi mengatakan, timnya mendapat laporan adanya paus Sperma yang ditemukan terdampar pada (8/4) lalu.

Dari hasil identifikasi dan pengukuran morfometrik menunjukkan Paus Sperma tersebut berjenis kelamin betina dengan ukuran panjang tubuh total sekitar 12,65 meter dan lingkar dada 8,30 meter. Paus tersebut ditemukan sudah dalam kondisi menjadi bangkai atau kode 3.

“Paus Sperma pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat lalu dilaporkan kepada Kepala Desa Wadu Maddi. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Forum Komunikasi Pemerintah Daerah Kabupaten Sabu Raijua dan selanjutnya diterima oleh Tim BKKPN Kupang Wilayah Kerja (Wilker) Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu,” terang Imam.

Tim meluncur ke lokasi setelah berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sabu Raijua, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sabu Raijua dan memutuskan untuk menguburkan bangkai paus,” tambahnya.

Lebih lanjut Imam menjelaskan proses penguburan bangkai paus diawali dengan ritual adat penghormatan oleh salah satu tokoh adat di pesisir pantai Desa Wadu Maddi.

Untuk membantu mempercepat penanganan mamalia laut terdampar, berbagai pemangku kepentingan dilibatkan, salah satunya dokter hewan Dinas Pertanian dan Pangan sebagai tenaga medis veteriner, Polsek Hawu Mehara untuk membantu mengamankan area penanganan, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang menyediakan alat berat (ekskavator) untuk membantu proses evakuasi.

Kolaborasi berbagai pihak ini menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam penanganan mamalia laut terdampar dan merupakan bentuk implementasi Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 79 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Konservasi Mamalia Laut.

 

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com

Editor/Wartawan