Nilai Tukar Rupiah Melemah Hingga Tembus Level Rp 15.700 per Dollar AS

banner 728x90

infogeh.co, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pada sesi perdagangan Jumat (4/11/2022) dibuka melemah. Pada sesi perdagangan pagi hari ini, mata uang Garuda bahkan sempat menembus level Rp 15.749 per dollar AS.

Mengacu kepada data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dibuka pada level Rp 15.734 per dollar AS, terdepresiasi dibanding posisi penutupan sebelumnya sebesar Rp 15.695 per dollar AS. Ini menjadi kali pertama sejak April 2020 nilai tukar rupiah menembus level Rp 15.700 per dollar AS.

Setelah dibuka melemah, nilai tukar rupiah terus tertekan hingga sempat menyentuh level Rp 15.749 per dollar AS. Namun, koreksi cenderung terpangkas pada 1 jam pertama perdagangan, di mana sampai dengan pukul 10.25 WIB, nilai tukar rupiah melemah 0,21 persen ke Rp 15.728 per dollar AS. Depresiasi nilai tukar rupiah selaras dengan menguatnya indeks dollar AS. Data Investing menunjukan, indeks mata uang Negeri Paman Sam berada pada kisaran 112,58.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, dollar AS menguat terhadap sejumlah mata uang, setelah bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), mengisyaratkan suku bunga AS akan memuncak pda tingkat yang lebih tinggi dari prediksi pasar.

“The Fed pada hari Rabu menaikkan suku bunga sebesar 75 bais poin ke kisaran 3,75 persen 4 persen, kenaikan keempat berturut-turut, Powell (Ketua The Fed) meredam harapn poros ke kebijakan moneter yang lebih mudah,” ujar dia, dalam risetnya, Jumat.

Namun demikian, pada pagi ini terpantau sebagian besar mata uang Asia lain justru menguat terhadap dollar AS. Apresiasi terhadap dollar AS dialami oleh yen Jepang, dollar Singapura, dollar Taiwan, won Korea Selatan, peso Filipina, rupee India, hingga yuan China.

Sebelumnya, Analis Sinarmas Futures Ariston Tjendra sempat mengatakan, pelemahan rupiah lebih disebabkan oleh semakin tipisnya marjin antara suku bunga The Fed dengan Bank Indonesia (BI). Ini membuat dollar AS lebih menarik.

“Dengan kenaikan kembali tingkat suku bunga acuan The Fed sebesar 75 bps menjadi 3,75-4,00 persen, ini akan menipiskan kembali spread dengan suku bunga BI (4,75 persen) yang bisa mendorong pelaku pasar mencari dollar AS,” ucapnya.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kompas.com

banner 1080x1080
close
Banner iklan disini