Mulai Minggu Depan Harga Tahu dan Tempe akan Naik 20 Persen

infogeh.co, Jakarta – Pada tanggal 21 hingga 23 Februari 2022, Pusat Koperasi Tahu Tempe Indonesia (PUSKOPTI) berencana akan melakukan mogok produksi. Aksi ini disebabkan karena melonjaknya harga kedelai sebagai bahan baku tempe dan tahu.

Ketua PUSKOPTI DKI Jakarta, Sutaryo, mengatakan aksi mogok produksi ini dilakukan untuk menaikkan harga jual tempe dan tahu sembari menunggu pemerintah mengambil tindakan.

“Dengan estimasi harga kedelai akan mencapai harga Rp 12.000 per kg maka pengrajin pada demo untuk menaikkan harga jual tempe dan tahunya secara bersama-sama. Rata-rata naiknya 20 persen dari harga sebelumnya,” ujar Sutaryo pada rilis resmi PUSKOPTI DKI Jakarta yang diterima kumparan, Kamis (17/2).

Sutaryo menjelaskan untuk saat ini harga tempe dari Rp 5.000 per potong kini dibanderol Rp 6.000 per potong. Dan untuk harga tahu sebelumnya dijual seharga Rp 35.000 per papan akan naik sesuai persentase. Sementara untuk harga tahu jenis lainnya menyesuaikan.

Sutaryo juga menjelaskan bahwa permasalahan yang dialami pengrajin tempe tahu ini terjadi sudah sejak tahun 2008 silam, dan setiap tahun rutin terulang. Menurutnya hal itu disebabkan karena perdagangan kedelai selama ini dipegang oleh pihak swasta.

“Hari ini juga harga kedelai di Indonesia juga naik, para importir menetapkan harga jual importir juga nai. Bagi pedagang tempe dan tahu sulit untuk menetapkan harga jual. Hal ini yang bisa mengatur tata niaga kedelai adalah pemerintah,” terangnya.

Adapun aksi mogok produksi ini dilakukan produsen tempe dan tahu se-Jabodetabek selama 3 hari dimulai dari tanggal 21-23 Februari 2022.

“Apabila pada tanggal mogok produksi ada yang melakukan kegiatan produksi dan dagang tempe tahu, maka produk tersebut akan di-sweeping oleh rekan-rekan sesama pengrajin,” pungkasnya.

Editor/Wartawan