Miris ! Nenek Usia 80 Tahun Diusir Mafia Tanah ke Panti Jompo, Pengurus Panti Diperiksa

infogeh.co, Jakarta – Kasus mafia tanah yang menimpa seorang lansia bernama Titin Suartini (80) terus diusut oleh pihak Polda Metro Jaya. Saat ini, salah satu pengurus panti jompo tempat Nenek Titin tinggal turut diperiksa pihak kepolisian.

Pengurus itu bernama Siti Rokhayati yang merawat Nenek Titin di panti jompo usai ditelantarkan komplotan mafia tanah di pinggir jalan hingga dibawa Dinas Sosial.

Dia bekerja di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Ciracas dan menjabat sebagai Satuan Pelaksana Pelayanan Sosial.

“Saya mendapatkan surat panggilan pada Jumat minggu kemarin. Di surat panggilan itu tertera panggilan untuk hari Selasa. Makanya tadi saya datang,” kata Siti kepada wartawan, Selasa (22/3) malam.

Siti menyebut, dirinya dicecar sejumlah pertanyaan oleh penyidik soal proses dan bagaimana Nenek Titin bisa ada di panti tempatnya bekerja.

“Tadi ditanyakan apa benar keberadaan Nenek Titin ada di panti. Ya saya jawab memang iya, Nenek Titin ada di panti kami. Terus ditanyakan kok sampai bisa ada di panti, dikirim ke panti,” ujarnya.

Selain itu, kata Siti, ia juga menyerahkan surat kematian Nenek Titin ke penyidik. Memang diketahui Nenek Titin telah meninggal dunia saat berada di panti jompo itu.

“Secara otomatis karena meninggalnya ada di panti kami ya saya urusin untuk akta kematiannya,” tuturnya.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Bonifansius Boy Sulimas menjelaskan, Nenek Titin ditempatkan di pinggir jalan seolah-olah seperti gelandangan oleh para mafia tanah. Hingga akhirnya dijemput oleh Dinas Sosial.

“Dan taruh di tempat penitipan sementara, setelahnya mereka melakukan asesmen baru setelah itu mereka koordinasi dengan Panti Werda di Jakarta Timur,” jelas Boy.

Lebih lanjut, hingga saat ini meski Nenek Titin telah tiada, nasib tanah dan ruko miliknya di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, belum dapat kembali ke tangannya.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com