Kisah Pilu Penjaga Kios di Dogiyai Papua : Tewas Diamuk Massa padahal Salah Sasaran

infogeh.co, Papua – Ikbal, pria 29 tahun tewas di tangan sekelompok orang dalam kerusuhan di Dogiyai, Provinsi Papua Tengah.

Saat kejadian, Ikbal berusaha menyelamatkan diri. Dia keluar dari dalam rumahnya yang terletak tak jauh dari lokasi kecelakaan truk yang menabrak seorang balita, Noldi Goo berumur 5 tahun hingga tewas. Kecelakaan inilah yang memicu kerusuhan di Dogiyai pecah pada Sabtu (12/11/2022) hingga Minggu dini hari (13/11/2022).

Saat ingin menyelamatkan diri, Ikbal justru dikejar oleh sekelompok orang yang menduga Ikbal sebagai sopir truk. Akhirnya, Ikbal dianiaya hingga tewas tak jauh dari rumahnya.

“Dia (Ikbal) itu mau menyelamatkan diri saat kejadian. Dia panik karena melihat massa marah dengan membakar rumah dan kendaraan, maka dia berusaha menyelamatkan diri dari dalam rumahnya. Tapi, massa yang mengira Ikbal adalah sopir truk yang menabrak balita, maka almarhum (Ikbal) dikejar massa dan tewas dibunuh,” kata Rasyid, kerabat Ikbal.

Rasyid mengenal Ikbal sebagai penjaga kios, sesekali juga sebagai pekerja bangunan di Dogiyai.

“Almarhum adalah korban pengeroyokan massa yang saat itu membakar rumah penduduk pendatang di sekitar lokasi kecelakaan. Kami berharap pelaku pembunuhan Ikbal dapat ditangkap dan dihukum setimpal,” jelasnya.

Awalnya, Ikbal sempat dikabarkan hilang oleh keluarganya saat kerusuhan Dogiyai pecah. Laporan polisi terdapat 11 orang dikabarkan hilang dalam kejadian ini.

Namun, jasad Ikbal justru ditemukan polisi atas informasi yang didapat dari seorang anggota DPRD Dogiyai yang mengetahui temuan jenazah.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menjelaskan jasad Ikbal ditemukan sehari setelah kejadian pada Minggu pagi (13/11/2022) tak jauh dari rumahnya.

“Jasadnya terkubur di dalam tanah dengan kondisi terkubur tak layak. Kami langsung mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit setempat,” jelas Kamal.

Jenazah Ikbal telah dikirim dan rencana dimakamkan di kampung halamannya di Desa Banteng Kecamatan Sigeri Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan.

Polisi mencatat kerugian kerusuhan Dogiyai adalah 102 bangunan, termasuk 6 merupakan kantor pemerintahan dan 32 kendaraan dibakar massa. Gelombang pengungsian juga masih terus terjadi. Kebanyakan warga pendatang mengungsi ke Nabire ataupun masih bertahan di sejumlah pos pengamanan di Dogiyai.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com