Kembangkan Budidaya Komoditi Pala, Disnakbun Tanggamus Beri Bantuan Bibit Pala Petani

GR (TANGGAMUS) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) setempat, akan menyalurkan program bantuan 34 ribu bibit Pala kepada Petani.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Produksi dan Pembenihan Hadison mendampingi Kepala Disnakbun Ir. Shofwan, MM, program bantuan bibit Pala tersebut dalam rangka pengembangan budidaya komoditi Pala di Tanggamus. Selain itu juga untuk menjaga dan melestarikan salah satu varietas unggul di Kabupaten Tanggamus, yang sangat bernilai ekonomis tinggi.

“Dan tujuan hilirnya dari program ini tentunya sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat Tanggamus dari Pemerintah Daerah, dalam rangka meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat khususnya para petani, dan dampak positifnya terhadap Kabupaten ini, akan menumbuhkan indeks ekonomi secara global,” katanya, Rabu (07/02/2018).

Hadison yang mewakili Kabid Perkebunan Disnakbun Sunarso menerangkan, bantuan sebanyak 34 ribu bibit Pala tersebut, akan disalurkan kepada 17 Kelompok Tani (Poktan) yang telah mengajukan permintaan bibit Pala sebelumnya. Diharapkan Poktan berasal dari Pekon-Pekon, sehingga diharapkan kedepan melalui Budidaya Pala ini, dapat menambah penghasilan masyarakat Pekon yang mayoritas petani.

“Jadi harapan kita Pekon yang membentuk Poktan untuk warganya, sehingga warga menanam Pala di halaman rumah, yang biasanya halamannya masih luas, untuk menambah penghasilan keluarga, masing-masing Poktan akan mendapatkan bantuan 2 ribu bibit Pala,” terangnya.

Hadison menambahkan, luas lahan perkebunan Pala di Kabupaten Tanggamus seluas 789 Hektare (Ha) tersebar di seluruh Kecamatan yang ada di Tanggamus. Adapun produktifitas varietas Pala di Tanggamus adalah 629 Kilogram (Kg) perHa,

“Data luas lahan dan hasil produktifitas budidaya Pala dari Tanggamus telah di ketahui Pemerintah Provinsi Lampung, dan telah dimasukkan dalam salah satu Kabupaten sentra penghasil komoditas buah Pala di Lampung, kemudian Pemerintah Provinsi juga telah mewacanakan membantu petani Pala kita,” imbuhnya.

Hadison menjelaskan, budidaya Pala sangat menguntungkan, karena semua bagian dari pohon Pala bernilai ekonomis. Khususnya lagi bagian biji Pala kering dihargai kisaran Rp60 ribu perKg nya, harga memang fluktuatif berdasarkan permintaan pasar. Bagian daging kulit buah Pala juga bernilai rupiah, begitu juga daun kering Pala, bernilai ekonomis untuk bahan minyak atsiri, dan bagian bagian lainnya dari pohon Pala bernilai.

“Prosfek budidaya Pala ini sangat bagus, perawatan pohon Pala juga tidak ruwet, dalam satu hektare lahan sangat ideal ditanam pohon Pala 110 pohon, dengan asumsi 10 kali 10 meter lahan persatu batang. Bicara pemasaran tidak sulit karena pihak agen dari Bandar Lampung, bahkan dari pulau Jawa langsung turun ke perkebunan, dikarenakan permintaan pasar sangat tinggi,” pungkasnya.(Red).