Kapolda Lampung Jamin Stok Minyak Goreng Aman, Jangan Panik

infogeh.co, Bandar Lampung – Irjen Pol Hendro Sugiatno selaku Kapolda Lampung memastikan stok minyak goreng di Lampung aman. Kapolda meminta warga tidak perlu melakukan aksi borong atau panic buying minyak goreng.

Hal itu dipastikan kapolda usai mendatangi gudang PT Tunas Baru Lampung di Jalan Yos Sudarso, Bumi Waras, untuk melihat produksi minyak goreng dan memastikan stok tercukupi. Dari hasil penelusuran Polda Lampung terhadap distribusi bahan baku, dan distribuksi minyak goreng ke pasar di Lampung, disebut kapolda cukup.

“Konsumsi warga Lampung (per bulan) sekitar 6 juta liter, hitung-hitungan produk (seluruh produsen minyak di Lampung) mencapai 9 juta liter, jadi masih surplus,” ujar kapolda usai sidak, Selasa, 15 Maret 2022.

Kapolda meminta masyarakat tidak panik dan memborong minyak goreng secara berlebih, karena dikhawatirkan warga menimbun minyak goreng, dan membeli melebihi dari jumlah konsumsi.

“Jagan ada panic Buying hitung-hitungannya cukup, jangan menimbun,” kata Alumnus Akabri 1988 itu.

Ia juga mengancam bakal menindak jika ada warga yang membeli dalam jumlah banyak per harinya, dikumpulkan, lalu dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET).

“Akan saya tindak tegas dan tertibkan. Jangan sampai di saat situasi begini, ada yang bermain untuk kepentingan pribadi,” katanya.

Dari hasil sidak dan komunikasi dengan Pesawaran, PT Tunas Baru disebut bisa memproduksi minyak goreng sekitar 120 ribu liter per hari.

“Sementara di sini 120 ribu liter per hari, karena ada dua mesin,” katanya.

Kapolda juga memastikan penyaluran minyak goreng di Lampung langsung dari perusahaan menuju toko retail, sehingga tidak ada rantai distribusi yang panjang.

Sementara, Divisi Pemasaran Tunas Baru Lampung Agus Kurniawan mengatakan sejak akhir Februari 2022, PT Tunas Baru Lampung telah menyalurkan 3 juta liter minyak kemasan di seluruh Lampung, dan menggandeng pemerintah mengawasi distribusi.

Kemudian, pihaknya mengaku mendapat suplai bahan baku dari PT Perusahaan Indonesia sebanyak 500 ton. Sementara, Tunas Baru saat ini bisa memproduksi 100 ton perhari atau 100–120 ribu liter per hari.

“Kalau kapasitas bisa 300 ton per hari, tapi tergantung suplai yang punya DMO, jadi seminggu ini baru bisa 100 ton,” katanya.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Lampost.co

Editor/Wartawan