Jemaah Haji Furoda Dideportasi: Travel Tak Terdaftar, Alamat Palsu

infogeh.co, Jakarta – Panjangnya antrean berangkat haji di Indonesia membuat masyarakat dengan penghasilan besar menempuh jalan pintas haji tanpa antre yang disebut haji furoda.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Jabar Ahmad Handiman Romdony sudah melakukan penelusuran terkait PT Alfatih Indonesia Travel yang memberangkatkan 46 jemaah haji furoda.

Hasilnya, para jemaah itu dideportasi kembali ke Indonesia karena tak mengantongi visa resmi.

“Hasil penelusuran kami dari Kementerian Agama KBB Kabupaten Bandung Barat, Alfatih ini sebenarnya ada di wilayah Pemkab, setelah kami telusuri di data kami, Alfatih ini belum terdaftar sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus, jadi ini tidak terdaftar di Kementerian Agama,” kata dia melalui sambungan telepon pada Senin (4/7).

Ahmad mengaku masih mencari data mengenai 46 jemaah haji tersebut. Menurut dia, pihaknya tak punya kewenangan untuk melakukan penindakan terhadap perusahaan itu karena memang tak berada di bawah naungan Kementerian Agama.

“Karena Alfatih tidak terdaftar, kami tidak punya kewenangan untuk menindak ya,” ucap dia.

Namun demikian, Ahmad mengimbau bila ada jemaah yang merasa telah ditipu dapat segera melapor ke polisi.

Kemenag Jabar mengatakan perusahaan itu tak terdaftar sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) sehingga tak berwenang memberangkatkan jemaah haji furoda.

Saat didatangi, kantor itu ternyata hanyalah sebuah penginapan dengan nama Pondok Cahaya. Ada papan penginapan di bagian depan. Penginapan tersebut bukan merupakan agen ataupun perusahaan pemberangkatan haji.

“Dari 2017 tempat ini sudah menjadi penginapan,” kata resepsionis penginapan Pondok Cahaya, Fauzi, kepada wartawan pada Senin (4/7).

Fauzi menambahkan, pihaknya merasa dirugikan apabila alamat penginapan dicatut pihak tak bertanggung jawab yang sedang bermasalah.

“Misalnya travel itu sedang dalam kasus ya jelas kami dirugikan,” ucap dia.
Fauzi berharap segera ada penjelasan mengenai perkara itu sehingga dirinya tak dirugikan.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com

Editor/Wartawan