Janji Normalisasi Kali Bego Oleh BPBD Tanggamus, Hanya Isapan Jempol Belaka

GR (TANGGAMUS) – Belum juga terealisasinya pengerjaan normalisasi “Kali Bego” Kelurahan Pasar Madang, Kota Agung, Tanggamus oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dipertanyakan masyarakat.

Menurut Wanto, padahal BPBD telah menjanjikan pengerjaan Normalisasi Kali atau Sungai Bego tersebut di Bulan Desember tahun lalu, namun kenyataannya hingga kini belum juga ada tindak lanjutnya.

“Masyarakat sudah menunggu bahkan telah komitmen akan membantu semampunya, agar normalisasi Kali Bego tersebut terlaksana, dan memang normalisasi ini telah kami nanti- nantikan sejak lama. Bahkan sudah beberapa tahun di bahas dalam musrembang, tapi selalu tidak ada kenyataannya. Nah mendengar ada kesanggupan dari pimpinan BPBD yang sekarang ini, yang akan menormalisasi Kali Bego, kami sangat mengapresiasi dan siap mendukung penuh pengerjaannya nanti,” katanya, Selasa (23/01/2018).

Wanto mengatakan, namun melihat realitasnya hingga kini belum juga ada tindakan nyata dari BPBD untuk melaksanakan normalisasi Kali Bego, membuat masyarakat kembali berpikiran pesimistis, yang jangan-jangan janji Pimpinan BPBD beberapa Bulan lalu hanya isapan jempol kembali.

“Ya, pesimislah kita, karena sampai saat ini, belum juga ada realisasinya normalisasi, biasa dulu-dulu juga begini, hanya isapan jempol istilahnya. Terus terang masyarakat sangat berharap normalisasi Kali Bego segera terwujud, karena jika musim hujan, kami sangat khawatir air Kali meluap banjir dan berdampak merugikan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Romas Yadi menerangkan, bahwa tertundanya pengerjaan Normalisasi Sungai atau “Kali Bego”, dikarenakan ada beberapa wilayah di Tanggamus yang terkena musibah bencana alam. Yang mana membutuhkan alat berat dan penanganan tanggap darurat secepatnya dari BPBD, terutama kejadian bencana banjir pada Bulan Desember tahun lalu yang melanda wilayah Kecamatan Kelumbayan. Kemudian di Januari tahun 2018 ini perlu adanya penanganan segera di Kali Banyu Urip Wonosobo yakni normalisasi dan penguatan dinding Kali yang sudah rentan longsor.

“Jadi buka karena adanya faktor kesengajaan tertundanya pengerjaan normalisasi Kali Bego Kota Agung, hanya saja ada kejadian situasional yang memerlukan penanganan segera karena musibah. Nah seperti saat ini petugas operator, alat berat serta para pekerja sedang melakukan normalisasi Kali Banyu Urip, yang memang kondisinya sudah sangat mengancam pemukiman dan areal sawah. Karena dinding Kali yang sudah tipis dan rentan jebol, jadi diperkirakan sekitar 4-5 hari lagi pengerjaan selesai, dan kami langsung menormalisasi Kali Bego,” katanya.

Romasyadi menghimbau warga di seputaran Kali Bego agar bersabar, karena dipastikan normalisasi Kali tersebut akan segera di kerjakan, karena koordinasi dengan aparat Kelurahan Pasar Madang dan Tokoh masyarakat juga sudah di jalin. Yang mana diharapkan kepada aparat dan warga, terutama warga yang halaman ataupun jalan dekat rumah mereka menjadi tempat lalu lalang alat berat agar mendukung program normalisasi.

“Dipastikan sekitar 4 hari lagi, setelah pengerjaan Kali Banyu Urip, alat berat beserta operator dan kru normalisasi langsung bergerak ke Kali Bego. Harapan kami agar masyarakat dapat mendukung progran ini, sehingga para kru BPBD dapat bekerja maksimal dan efektip,” ujarnya.

Diketahui, pendangkalan sungai atau “Kali Bego” Pedukuhan Lebak Jaya, Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung, Tanggamus semakin parah, Dua Pedukuhan setempat dan puluhan hektare sawah terancam banjir bandang.

Pasalnya, sedimentasi yang yang terjadi di muara kali Bego tersebut telah diambang titik nadir dan sangat mengkhawatirkan, karena permukaan air sudah rata dengan tanah, imbas dari lumpur yang terbentuk dari tumpukan sampah yang mengendap menjadi sedimen.(Red).