Humas Polri Sebut Tragedi Stadion Kanjuruhan Bukan karena Gas Air Mata, Warganet : Pembodohan!

Infogeh.co, Nasional – Diketahui pada Sabtu, 01 Oktober 2022 merupakan hari paling kelam bagi dunia sepak bola Indonesia.

Hari tersebut merupakan hari dimana terjadinya tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Indonesia. Kerusuhan ini merupakan bagian dari rivalitas lokal Derbi Super Jawa Timur yang mempertemukan Arema dengan Persebaya Surabaya.

Hingga saat ini, dikutip dari detiknews.com berdasarkan data Dinas Kesehatan Pemprov Jawa Timur jumlah korban berjumlah total 714 korban terdiri dari 131 korban tewas dan 583 orang luka-luka. Sebanyak 33 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Selanjutnya pada Senin (10/10/2022) Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo dalam konferensi pers mengungkapkan fakta baru terkait tragedi tersebut.  Bahwa, penyebab tewasnya ratusan para supporter tersebut bukanlah karena gas air mata.

“Dari penjelasan para ahli, ya Dokter Spesialis  (Penyakit Dalam, Paru, THT, dan Mata) yang menangani para korban, baik korban yang meninggal dunia maupun korban luka tidak satupun yang mnyebutkan bahwa penyebab kematian adalah gas air mata. Tetapi penyebab kematiannya adalah kekurangan oksigen. Karena apa? Terjadi desak-desakan kemudian terinjak-injak, bertumpuk-tumpukan yangmengakibatkan kekurangan oksigen pada pintu 3, 11, 13, dan 14,” kata Dedi melalui reels Instagram MetroTV.

Sontak kabar ini menuai kontra dari banyak warganet Indonesia sehingga mereka berbondong-bondong memberikan pendapat pada kolom komentar.

“Lihat sebab akibatnya. Sebabnya ya gas air mata, akibatnya berdesak-desakan, simple kan? Ahli yang sampaikan alasan ini, namanya ahli ngeles!,” tulis @mortzelkhalilovic.

“Ya iyalah pak, memang bukan gas air mata yang bikin meninggal,tapi karena ada tembakan gas air mata bikin orang-orang panik dan berdesakan ingin keluar. Coba tidak ada tindakan gas air mata di Tribun, kemungkinan besar tidak ada korban jiwa,” tambah @deo_pangkaras94.

“Dari statement yang disebutkan pihak polisi tidak mau disalahkan, yang sebenarnya kan sumber dari segala sumber gas air mata, heran,” tambah @settinuspulung.

“Kalo ga ada gas air mata gak akan panik sampai berdesakan. Apakah itu bukan salah satu sebab???? Pembodohan (emoticon),” kata @yana_outsiders90. (Vidia)