Hari Pers Nasional, 60 Wartawan Se – Indonesia Menyusuri Jalan Lintas Kota Padang – Bukit Tinggi

GR (SUMATERA BARAT) – (HPN) – Sejak Senin (6/2/2018) kemarin rombongan wartawan melakukan Familiarization Trip Hari Pers Nasional 2018. Sebanyak 60 orang pewarta se Indonesia  menyusuri jalan Lintas dari Kota Padang-Bukit Tinggi, sedsngkan sebelumnya, Fam Trip mengunjungi berbagai tempat wisata di Padang, Sumatera Barat.

Selasa (6/2/2018) pagi pukul 8.00 wib, dengan dipandu petugas Dinas Pariwisata Tour N Travel melauli jalan yang berkelok, naik turun, dan menikmati pemandangan desa yang asri. Rombongan wartawan se Indonesia mendengarkan penjelasan dari pemandu Fam Trip, pada setiap objek yang dilalui.

“Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan promosi efektif wisata Sumatera Barat, yang juga merupakan aset kekayaan wisata Indonesia. Ini juga dalam rangka menunjang program pemerintah dalam aspek pariwisata,” kata Diki, menggunakan pengeras suara di bus 1.

Bus satu terdapat utusan Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Provinsi Riau, Lampung, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Papua Barat, dan selebihnya di rombongan bus 2, 3.

Peserta Fam Trip bertolak ke Bukit Tinggi, yang melintasi banyak objek wisata, termasuk melintasi Desa Terindah Dunia Nagari Pariangan, Istana Basa Pagaruyung, Jembatan kelok 9, Lembah Harau, di Kabupaten 50 Kota. “Teman-teman wartawan bisa melihat, menyentuh, merasa, mendengar dan menemukan langsung sensasi keajaiban alam dan budaya dengan destinasi yang kita miliki,” kata Panitia.

Di Istana Basa Pagaruyung, rombongan disambut dengan tarian adat Minang, dan dijamu makan siang ala kerajaan Pagaruyung dikenal dengan sebutan makan jamba. Lalu dilanjutkan menuju jalur kelok 9.

Kegiatan Famtrip Peserta HPN di Provinsi Sumatera Barat diyakini bakal meningkatkan kunjungan Wisatawan dalam Negeri. Rombongan didampingi Kabid Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat. “Wisatawan mancanegara banyak yang sudah datang ke Sumbar, termasuk Malaysia, Australia, Singapura, China, India dan Eropa namun jumlahnya masih kecil. Dengan Famtrip wartawan Nusantara ini, minimal bisa menjadi bahan cerita kebudayaan Indonesia, tentang Sumatera Barat, yang masih banyak terjaga kelestarian alamnya di Indonesia,” Diki.

Tiba di Bukit Tinggi, Rombongan bermalam di Grand Rocky Hotel, Sumbar sangat cocok untuk wisata yang suka keindahan alam dan budaya, berinteraksi dengan masyarakat lokal dan mengeksplor tempat-tempat baru sehingga sepulangnya mereka dapat mengemas paket-paket wisata ke Sumbar.

Famtrip bisa untuk mengembalikan kunjungan wisatawan Eropa ke Sumatra Barat yang berjaya di era tahun 1990an. “Di era tahun 1990 an wisatawan Eropa yang datang banyak terutama dari Jerman, Perancis hingga akhir tahun 2000 an. Sekarang jumlah wisatawan Eropa kecil jadi table top dengan tour operator dan travel agent ini efektif,” ujarnya. (nj)