Harga Daging Sapi Melonjak, Omzet Pedagang Daging Sapi di Bandar Lampung Anjlok hingga 70%

infogeh.co, Bandar Lampung –┬áKenaikan harga daging sapi yang kian melonjak mengakibatkan pendapatan para pedagang di Pasar Gintung, Kota Bandar Lampung. Bahkan penurunan omzet pedagang mencapai 70%.

“Biasanya sehari bisa menjual sampai 150 kg, tetapi karena harga naik, jadi pembeli juga ambil dagingnya enggak banyak. Ada juga pelanggan yang sudah lama enggak kelihatan,” kata Herman, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Gintung, Selasa, 1 Maret 2022.

Herman mengatakan kenaikan daging sapi banyak dikeluhkan pelanggannya. Ada yang menganggap bahwa kenaikan itu merupakan tren tahunan setiap memasuki bulan Ramadan. Namun, menurut dia, kenaikan harga ini sebenarnya sudah berlangsung selama hampir satu bulan.

“Kalau kata peternak harga sapi naik karena saat ini pakan, vitamin, dan biaya operasional ternak sedang naik. Kalau bulan Ramadan biasanya naik, tetapi H-7,” ujarnya.

Menurut Herman, Persatuan Pedagang Daging (PPD) Bandar Lampung akan melakukan rapat pada Rabu, 2 Maret 2022, malam. Rapat itu akan membahas langkah konkret yang akan diambil para pedagang.

“Ya lihat nanti keputusan anggotanya seperti apa, apakah mau ikut seperti yang di Jakarta itu untuk demo dan mogok dagang, atau harus tetap menaikan harga daging. Karena dari pemerintah juga belum ada solusi apa-apa,” kata dia.

Sementara itu berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan, harga daging sapi di Lampung berada pada angka Rp122.500.

Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan beberapa daerah, seperti Aceh yang mencapai angka Rp145 ribu dan Kalbar Rp140.667/kg. Sedangkan daerah dengan harga daging sapi terendah adalah Bali sebesar Rp99.166/kg.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Lampost.co

Editor/Wartawan