Guru Ngaji Cabuli Santriwati di Bandar Lampung Dituntut 8 Tahun Penjara

infogeh.co, Bandar Lampung – Seorang oknum ustaz guru mengaji di sebuah lembaga pendidikan informal di Bandar Lampung bernama Ahmad Arifin (47) dituntut delapan tahun penjara karena berbuat asusila terhadap anak didiknya sendiri.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eka Septiana mengatakan, perbuatan terdakwa melanggar Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 01 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama delapan tahun dan denda Rp1 miliar subsider dua bulan kurungan penjara,” ujar jaksa saat membacakan tuntutan secara daring, di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA, Tanjungkarang, Senin, 28 Maret 2022.

Hal yang memberatkan tuntutan, kata jaksa, membuat para korban trauma dan berbeli-belit di persidangan.

“Sedangkan hal yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan dalam persidangan dan belum pernah dihukum. Kemudian sudah ada perdamaian antara korban dan terdakwa,” papar jaksa.

Terdakwa melakukan pencabulan sebanyak tujuh kali sejak 2020 hingga Oktober 2021.

Perbuatan terdakwa diketahui oleh orang tua korban dan di laporkan ke Polresta Bandar Lampung. Terdakwa sempat melarikan diri ke Lampung Selatan (Lamsel) dan ditangkap pada pertengahan Oktober 2021 lalu.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Lampost.co

Editor/Wartawan