Eva Dwiana Dukung Kegiatan Proyek Pasaran Wawai, Ini Alasannya

Infogeh.co, Bandar Lampung -Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB), organisasi nirlaba bagian dari Grup GoTo, bersama tiga changemakers dari Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) meluncurkan proyek percontohan pengelolaan sampah bertajuk Pasaran Wawai.

Proyek gotong-royong ini merupakan aksi nyata untuk mengurangi timbulan sampah, mencegah kebocoran sampah ke lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pulau Pasaran, yang merupakan sentra produksi ikan teri dan asin di Bandar Lampung.

Monica Oudang, Chairwoman Yayasan Anak Bangsa Bisa mengungkapkan bahwa YABB, bersama para changemakers melalui CCE, menghadirkan solusi berbasis ekosistem dengan menggabungkan optimalisasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat sehingga dapat memberikan dampak nyata.

“Hal ini sejalan dengan komitmen YABB dalam membangun adaptasi terhadap perubahan iklim dan ketangguhan, yaitu mewujudkan solusi yang sistemik dalam menangani permasalahan lingkungan terkait air, seperti akses air minum layak, sampah di perairan, dan bencana hidrometeorologi di Indonesia,” ujar Monica dalam keterangan pers, Selasa (13/9/2022).

Melalui proyek percontohan ini, lanjut Monica, YABB dan CCE berharap agar masyarakat bisa merasakan dampak sepenuhnya di bulan Mei 2023. Hal ini tidak menjadi akhir dari proyek ini karena para changemakers memiliki kesempatan untuk mengembangkan dan mereplikasi inovasi di lokasi lain pada masa mendatang.

“Kami berharap agar pola pikir masyarakat untuk mengelola sampah bisa terbentuk melalui fasilitas penunjang yang diberikan. Pada akhirnya, masyarakat dapat merasakan keuntungan ekonomi dan lingkungan yang sehat sehingga pengelolaan sampah bisa berjalan sirkuler dan berkelanjutan. Kami juga terus mengajak semua pihak untuk terus bergotong royong karena kami percaya bahwa kita bisa menjadi bagian dari solusi untuk permasalahan yang kita hadapi bersama,” papar Monica.

Hj Eva Dwiana selaku Walikota Bandar Lampung menjelaskan bahwa Pulau Pasaran yang berpenghuni sekitar 1.500 jiwa ini memiliki potensi yang besar, khususnya dalam memasok ikan asin serta ikan teri nasional dan menjadi desa wisata.

“Sangat disayangkan apabila potensi tersebut tidak dapat dioptimalkan jika isu sampah masih terus ada, dan ini lah yang menjadi alasan kami mendukung proyek Pasaran Wawai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung Drs A Budiman PM MM menjelaskan, ketimpangan antara tingginya jumlah sampah yang diproduksi dan rendahnya jumlah sampah yang dikelola lebih lanjut menjadi ancaman bagi masa depan masyarakat setempat.

“Hal ini membutuhkan solusi holistik dari hulu ke hilir. Untuk itu, kami sangat mendukung proyek ini karena Pulau Pasaran yang dikenal sebagai sentra produksi ikan asin dan teri di Lampung ini butuh kolaborasi dari berbagai pihak,” lanjut Budiman.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di sini