Edy Rahmayadi, Gubernur Sumatera Utara Dilaporkan ke KPK

  • Bagikan

infogeh.net, Medan – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, dilaporkan ke KPK atas dugaan penerimaan gratifikasi. Dia dilaporkan oleh seorang yang mengaku bernama Ismail Marzuki dari Gerakan Semesta Raya Indonesia Raya.

Apa dugaan gratifikasi Edy Rahmayadi yang dilaporkan Ismail Marzuki ke KPK?

“Itu ada pembangunan bronjong (anyaman kawat biasanya berisi batu gabion) tanpa ada izin dari kementerian, karena dia bronjong di pinggir sungai, harus semua ada izin dari pihak Kementerian sedangkan dia membangun tanpa ada izin, berarti kan ada dugaan indikasi di situ,” kata Ismail Marzuki kepada wartawan.

Namun demikian, dia tidak merinci letak dugaan gratifikasi dari pembangunan bronjong tersebut.
Selain itu, dia juga melaporkan soal dugaan adanya aset milik Edy Rahmayadi tapi tidak dilaporkan dalam LHKPN-nya ke KPK.

“Karena LHKPN-nya di 2019, dia sepertinya belum mencantumkan kepemilikan ada bela diri namanya, taman edukasi buah cakra, seluas sekitar 15 hektar lebih di daerah Deli Tuah Pamah Namorambe (Deli Serdang),” ucap Ismail Marzuki.

Baca Juga Yuk :  Sopir Truk Tronton Maut Ditetapkan Sebagai Tersangka

Penelusuran kumparan dalam LHKPN Edy Rahmayadi pada 2019, Edy melaporkan kepemilikan 15 tanah dan bangunan di sejumlah tempat. Mulai dari Bogor, Medan hingga Deli Serdang.

Terkait dugaan lahan 15 hektar di Deli Serdang, kumparan tak menemukan di LHKPN tersebut. Ada lima bidang tanah yang dilaporkan di Deli Serdang, tetapi dengan luas mulai dari 5879 m2; 233 m2; 3096 m2; 3766 m2; dan 66178 m2.

Total nilai tanah yang dilaporkan Edy ke KPK adalah Rp 15.904.950.000. Sementara total kekayaannya yang dilaporkan Rp 16.743.729.194.

Sedangkan di laporan tahun 2020, juga tak ada laporan kepemilikan tanah seluas 15 hektar. Justru jumlah bidang tanah yang dilaporkan Edy ke KPK berkurang menjadi 11 saja. Nilai keseluruhannya adalah Rp 12.134.950.000. Sementara total harta yang dilaporkan adalah Rp 15.396.212.690.

Plt juru bicara KPK Ali Fikri membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya akan menganalisa laporan itu.

Sementara, dikonfirmasi terpisah, Edy Rahamayadi mengaku sudah mengetahui soal pelaporan dirinya ke KPK.

Baca Juga Yuk :  Mahasiswi Cantik Dibooking Oleh Tiga Oknum Polisi Dibayar 11 Juta dan Disodori Narkoba

Bahkan dia berencana melaporkan balik orang yang melaporkannya

“Nanti saya laporkan balik,’’ ujar Edy kepada wartawan di rumah dinasnya.

Edy juga membantah tuduhan yang menyebut dirinya dugaan gratifikasi serta tak melaporkan aset miliknya dalam LHKPN ke KPK.

“Itu sudah ada yang mengatur LHKPN itu adalah pertanggung jawaban harta saya. Saya laporkan kepada yang berwajib. Enggak usah dilaporkan memang itu laporannya dihimpun oleh KPK,” kata Edy.

Edy pun menyebut KPK sudah mengecek dan memverifikasi laporan LHKPN miliknya. Sehingga akan terungkap apabila ada sesuatu hal yang tak wajar.

“KPK sudah turun, tak mungkin KPK tak turun survei mencari kebenaran apa yang,” ujar Edy.

Mantan Pangkostrad ini juga heran, mengapa persolan ini dilaporkan ke KPK. Dia merasa ada pihak yang senang jika dia di penjara. “Kok senang sekali orang-orang ini memenjarakan saya, tanyakan sama semuanya,” pungkas Edy.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.