Dua Penikam Warga Kotakarang Bandar Lampung Divonis Dibui 10 Tahun

infogeh.co, Bandarlampung –┬áMajelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1 A Tanjungkarang memvonis pelaku penkaman, Marwan (29) dan Ahmad alias Sube (29), warga Kelurahan Kotakarang, Kecmatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung selama 10 tahun penjara.

Ketua Majelis Hakim, Raden Ayu Rizkiati menyatakan, keduanya terbukti melanggar Pasal 338 jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP dan Undang-Undang (UU) RI Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana pada sidang yang digelar Rabu, 18 Mei 2022.

“Menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing selama 10 sepuluh tahun,” bunyi amar putusan yang dilihat Lampost.co di Sistem Aplikasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Tanjungkarang, pada Minggu, 22 Mei 2022.

Hal yang memberatkan atas vonis tersebut adalah perbuatan terdakwa yang dinilai meresahkan masyarakat dan mengakibatkan kematian pada korban bernama Rinaldi Saputra alias Lay. Sedangkan, hal yang meringankan keduanya adalah karena belum pernah dihukum, berlaku sopan di persidangan, dan mengakui perbuatannya.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eka Septian Sari, yakni 10 tahun penjara.

Sementara itu, pelaku lainnya lebih dulu divonis karena membantu terdakwa melarikan diri, Ambo Trang (40) warga Kotakarang, dipidana enam bulan penjara. Ia terbukti melanggar Pasal 221 KUHP karena menyembunyikan kedua terdakwa. Vonis tersebut lebih rendah dari tuntuntan selama tujuh bulan penjara.

Perbuatan para terdakwa terjadi pada 29 Juni 2021. Keduanya menganiaya korban dengan senjata tajam jenis badik di Kelurahan Kotakarang hingga tewas.

Mulanya, terdakwa dan korban terlibat cekcok hingga berujung perkelahian. Korban pun sempat berlari ke arah rumah warga bertemu dengan terdakwa Ahmad dan kembal ditikam dengan senjata tajam.

Usai kejadian itu, ketiga pelaku melarikan diri ke Natar, Lampung Selatan. Kemudian terdakwa Ambo, mengajak terdakwa lainnya bersembunyi di daerah Sungai Benuh, Jambi. Ketiganya ditangkap Satreskrim Polresta Bandar Lampung pada 25 November 2021 di lokasi persembunyian tersebut.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Lampost.co

Editor/Wartawan