Dorce Gamalama Meninggal Dunia Akibat Covid-19 dan Akan di Makamkan Sebagai Laki-laki

infogeh.co, Jakarta – Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan Tanah Air. Dorce Gamalama meninggal dunia pada hari ini, Rabu (16/2).

Kabar duka ini telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga, Hetty Sunjaya.

“Iya betul (Dorce meninggal) tadi jam setengah delapan,” ucap Hetty. Menurut Hetty, Dorce meninggal dunia karena penyakit COVID-19. Ia sudah dirawat di rumah sakit sejak tiga pekan terakhir.

“Beliau COVID. Kemarin kena COVID, di RSPP Simprug yang tempat COVID. Sudah tiga minggu lalu,” ujarnya.
Hetty mengungkapkan bahwa Dorce masih mengidap penyakitnya yang lama ketika terpapar COVID-19. Selama dirawat di rumah sakit, ia sudah hilang kesadaran.

“Selama tiga minggu enggak sadar, hilang kesadaran. Setelah COVID sudah enggak sadar,” tuturnya.

Dorce Gamalama meninggal dunia di usia 58 tahun. Sebelumnya, kondisinya sempat drop karena riwayat diabetes yang diidapnya.

Rencananya, jenazah Dorce akan dimakamkan di TPU Bantar Jati, Jakarta Timur.

Hal ini diungkapkan oleh pengurus Masjid Al Hayyu, Ustaz Anna Muhajir, saat ditemui di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Ustaz Anna mengatakan bahwa jenazah Dorce akan ditumpuk satu liang lahat dengan sepupunya.

“Dia sama sepupunya itu dekat banget. Makanya, nanti, setelah diserahkan dari rumah sakit, kita akan kasih penghormatan, dibawa ke masjid dan akan kita salatkan. Masjid Al Hayyu ini adalah masjid peninggalan beliau yang sangat bermanfaat buat warga di sini,” ungkap Ustaz Anna.

Terkait keinginan Dorce Gamalama untuk dimakamkan sebagai perempuan diluruskan oleh Ustaz Anna. Menurutnya, Dorce akan tetap dimakamkan sebagai lelaki, mengingat bahwa almarhum dilahirkan sebagai laki-laki.

“Dimakamkan secara perempuan itu kita serahkan semua kepada Allah. Kan, itu cuma keinginan beliau, tapi yang mengurus kita semua. Kita semua tahu beliau dilahirkan seperti apa, ya, kita kembalikan lagi ke asal. Yang penting, kita lihat keimanan dia ke Allah SWT,” bebernya.

Sebelumnya, keinginan Dorce untuk dimakamkan sebagai perempuan memang menimbulkan pro kontra. Sejumlah ulama bahkan angkat bicara, salah satunya Ketua MUI KH Muhammad Cholil Nafis.

Editor/Wartawan