Dalam Sebulan, Kakak Beradik Curi Belasan Motor di Bandar Lampung

infogeh.co, Bandar Lampung –┬áPolsek Panjang menangkap dua orang kakak beradik spesialis pencurian sepeda motor (Curanmor). Keduanya tercatat telah melakukan curanmor hingga belasan kali di Kota Bandar Lampung.

Mereka adalah Fathurizal (26) dan Nazarudin (21), warga Kabupaten Pesawaran. Keduanya ditangkap usai mencuri sepeda motor di Jalan KH Agus Anang Rusunawa, Kecamatan Panjang pada Selasa, 22 Februari 2022 lalu, sekitar pukul 01.30 WIB.

Kapolsek Panjang, Kompol M Joni menceritakan, kedua tersangka mencuri motor jenis matic di sebuah rusunawa. Motor yang kuncinya sudah dibobol tersebut dibawa kabur pelaku dengan cara didorong agar tidak terdengar warga

“Waktu mereka mendorong motor sempat dilihat satpam dan langsung mengejar mereka. Saat itu juga polisi mendapatkan informasi dan melakukan pengejaran,” katanya, Jumat, 11 Maret 2022.

Pelaku yang berhasil ditangkap pertama kali adalah Fathurizal yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Berbekal hasil interogasi, beberapa hari kemudian petugas pun berhasil menangkap sang adik, Nazarudin di sebuah rumah kos di Sukabumi, Kota Bandar Lampung, pada Jumat, 25 Februari 2022.

Saat ditangkap, Nazarudin sedang bersama Hendi, pelaku pencurian di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

“Kita limpahkan di sana, karena Hendi melakukan pencurian di wilayah hukum Polsek Natar,” ujarnya.

Berdasarkan pengakuan para tersangka, mereka menjual hasil curian ke rekannya bernama Samsudin alias Penjol yang berada di Lamsel. Ketika ditangkap, Penjol mengaku sudah menjual sebanyak 13 unit motor hasil curian kakak beradik itu dalam satu bulan terakhir.

“Tujuh kali hasil pencurian di Panjang, dua kali di Telukbetung Selatan, dua kali di Telukbetung Timur, dan dua kali di Natar,” ujarnya.

Polisi mengamankan barang bukti lima unit motor, belasan pelat nomor kendaraan, dan kunci leter T.

“Atas perbuatannya, ketiga pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” kata dia.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Lampost.co