Cegah Polarisasi, Pilpres 2024 Diprediksi Akan Lahirkan 3 Paslon

infogeh.co, Jakarta – Pilpres 2024 akan diprediksi seperti koalisi hingga paslon capres-cawapres terus bermunculan. Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun tak ketinggalan ikut memprediksi 4 koalisi akan terbentuk di 2024.

Keempat paslon yang akan hadir menurut Refly adalah Prabowo Subianto-Puan Maharani, Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ganjar Pranowo-Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dan Airlangga Hartarto-Zulkifli Hasan.

Merespons itu, Direktur Lembaga Survei KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo, mengatakan tak menutup kemungkinan 4 koalisi benar-benar bisa hadir dengan mempertimbangkan presidential threshold (PT) 20 persen.

Namun, ada pertimbangan lain antarparpol dalam membangun koalisi. Dia mencontohkan kegamangan PDIP untuk memilih capres yang akan diusung antara Puan Maharani atau Ganjar Pranowo. Lalu, kans PDIP mempertimbangkan duet Prabowo-Puan.

“Apakah itu mungkin akan terjadi ada banyak variabel lain selain PT tentu saja partai-partai ini ketika mau maju juga pengin menang. Jadi misalnya kalau Pak Prabowo-Puan dan kemudian Pak Ganjar dibajak partai lain, maka kemungkinan suara PDIP akan terpecah itu jelas,” kata Kunto, Sabtu (19/2).

“Pertanyaannya PDIP mau enggak kalau kaya gitu. Apakah itu justru akan membuat dia semakin terpojok dan menyia-nyiakan kesempatan sekarang untuk bisa menang lagi, itu pertanyaannya,” lanjutnya.

Namun, Kunto berpandangan Pilpres 2024 memang lebih baik menghadirkan lebih dari 2 paslon untuk menghindari polarisasi.

“Tapi secara prinsip saya juga sangat senang kalau pada akhirnya lebih banyak capres yang bertanding di 2024 daripada hanya 2 kubu yang terpolarisasi. Dan akhirnya semakin membuat jurang pemisah kerukunan bangsa ini,” tuturnya.

Dia juga memprediksi kemungkinan Pemilu 2024 akan menghadirkan 4 paslon. Sebab, sejauh ini proses lobi antarparpol masih sangat dinamis.

“Perkiraan saya ya 2-3 (paslon) lah kalau enggak balik dua lagi atau 3, karena ini yang dapat elektabilitas tinggi selain Pak Prabowo semuanya enggak punya partai. Pak Anies, Pak Ganjar, Pak Ridwan Kamil, mereka bukan ketum partai mereka bukan kader partai yang definitif,” jelas dia.

“Jadi menurut saya, apakah mungkin partai-partai ini akan mengeblok untuk tidak mencalonkan 3 orang ini juga sangat bisa. Jadi ada banyak skenario yang sangat muncul di 2024 kalau kita melihat dari perspektif hari ini,” tutup Kunto.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com

Editor/Wartawan