Anggaran BUMT Senilai 60 Jt 2016 – 2017 Tiyuh Mulya Sari Dipertanyakan

GR (TULANGBAWANG BARAT) –   Anggaran Dana Desa yang di alokasikan pada Badan Usaha Milik Tiyuh ( BUMT) Tiyuh Mulya Sari pada tahun anggaran 2016 – 2017 untuk penggemukan ayam menimbulkan masalah, pasalnya sejak digelontorkan oleh kepala tiyuh senilai 60 juta tidak berjalan sebagai mana mestinya.

Dari keterarangan yang didapat gerbangrepublik.com atas pengakuan salah satu  aparatur tiyuh setempat, disinyalir tidak sesuai dengan implementasinya bahkan ada juga yang diduga tidak dilaksanakan (fiktif).

Sementara, Kepalo Tiyuh Mulya Sari Darsono menjelaskan,  Badan Usaha Milik Tiyuh (BUMT) memang telah mengucurkan sebesar 60 juta, untuk penggemukan Ayam Kampung dari Dana Desa, namun dalam hal ini diduga BUMT tersebut tidak berjalan.Sebab, Darsono menunjukkan kandang ayam yang lokasinya tepat berada dibelakang rumahnya lantaran dirinya selaku mitra dalam penggemukan ayam kampung tersebut.

“Kalau untuk penyertaan Modal BUMT Tahun 2016 Rp.60 juta di Tiyuh saya di alokasikan untuk penggemukan Ayam Kampung, tapi sudah tidak berjalan lagi karena bangkrut, sebab sudah beberapa kali pihak BUMT kabupaten mengambil ayam dari kandang yang ukurannya Mualim dari 7ons sampai 1kg katanya sih mau dijual tapi hingga saat ini belum ada hitung-hitungan baik untung atau  ruginya.bahkan sekarang ayam itu sudah habis tak ada sisa lagi.” Jelasnya

Saya punya buku catatan tentang laporan itu saya taruh di kandang, mungkin karena kena hujan atau ada orang lain yang mengambilnya buku itu sudah hilang mas.” Pungkasnya

Lebih lanjut Darsono menuturkan, jika penggemukan ayam kampung dibelakang rumahnya itu lantaran dirinya selaku mitra (kerjasama) dengan investor kabupaten yang tidak berjalan lagi.” Sudah sering kok saya pertanyakan masalah itu dengan pihak Kabupaten, tapi sampai saat ini nggak ada pemberitahuan kepada saya, tapi ya sudahlah yang jelas dana penyertaan modal BUMT Tahun 2016 itu mutlak saya alokasikan ke situ.” Kilahnya

Menanggapi pernyataan yang dilontarkan oleh Kepalou Tiyuh Mulya Sari, salah seorang pengurus Investor Penggemukan Ayam Kampung Kabupaten Tubaba yang enggan disebutkan namanya, membenarkan jika kandang ayam kampung dibelakang rumah Darsono itu secara pribadi merupakan mitra dari Investor pada tahun 2015-2016 lalu.Kamis (15/3/2018).

“Mana ada pak Darsono Kepala Tiyuh Mulya Sari itu yang mengalokasikan Penyertaan modal BUMT Tiyuh tahun 2016 ke penggemukan Ayam kampung yang ada dibelakang rumahnya, sebab semua Ayam-ayam itu mutlak di suplay dari investor Kabupaten dengan kesepakatan bagi hasil.” Ujarnya

Namun jika dia (Darsono) mengatakan kalau dana tersebut sepenuhnya digunakan untuk penggemukan mana bukti laporanya, jangan hanya terkesan memberikan keterangan tanpa pembuktian.” Imbuhnya (Joni)