Anak Anggota DPR PDIP Dianaya Dua Orang di Tol Dalam Kota, Berikut Kronologinya

infogeh.co, Jakarta – Polda Metro Jaya saat ini telah menetapkan satu orang tersangka berinisial FM terkait dugaan kasus penganiayaan terhadap anak anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Indah Kurnia, Justin Frederick (23) di Tol Dalam Kota arah Cawang, Sabtu (4/6).

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak seorang pria dianiaya di tol dalam kota arah Cawang. Aksi penganiayaan tersebut dilakukan seorang pria dan disaksikan rekannya.

Dari narasi yang beredar, pelaku mengendarai Nissan X-Trail berwarna abu-abu bernomor pelat B 1146 RFH. Identitas kedua terlapor yakni berinisial AF dan FM.

“Kita amankan keduanya, satu [terlapor inisial FM] ditahan,” kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi saat dikonfirmasi, Minggu (5/6).

Untuk satu terlapor lainnya berinisial AF, kata Hengki, saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak kepolisian.
Berikut kronologi dugaan pemukulan dan penganiayaan kepada korban, Justin Frederick:

Sabtu, 4 Juni 2022
Pukul 12.40 WIB

Dalam video yang beredar, 2 orang pelaku diduga melakukan pemukulan dan penganiayaan kepada Justin Frederick yang terjadi di di Jalan Tol Dalam Kota (setelah Gerbang Tol Tebet arah Cawang), Jakarta Timur.

Pukul 16.30 WIB

Korban, Justin Frederick, bersama seorang saksi Justin Odelia membuat laporan ke polisi yang teregister dengan laporan polisi Nomor LP/B/2720/VI/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA, tanggal 4 Juni 2022.

Dalam laporan tersebut, Justin mengalami luka di wajah (di bawah mata kanan), leher, di sekitar ketiak kanan, jari tangan, hidung, mulut dan sekitar punggung.
Pukul 21.04 WIB

Direskrimum Polda Metro, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, setelah adanya laporan dari korban, pihaknya langsung bergerak untuk mencari tahu keberadaan pelaku. Di saat itu, kedua pelaku telah diamankan oleh polisi.

“Sudah (ditangkap). Keduanya kita amankan, kita periksa malam ini,” kata Hengki saat dikonfirmasi, Sabtu (4/6).

Hengki mengatakan, pemeriksaan tengah dilakukan kepada kedua pelaku tersebut. Adapun terkait penahanan, akan ditentukan usai pemeriksaan rampung.

“Kita akan tangkap dan tahan sesuai kapasitasnya,” ucap Hengki.

Saat ini, pelaku dilaporkan atas dugaan penganiayaan dan/atau pengeroyokan, yakni Pasal 351 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com

Editor/Wartawan