8 Desa di Kabupaten Malang Dilanda Banjir

infogeh.co, Malang – Banjir melanda 8 desa di 5 kecamatan di Kabupaten Malang, pada Senin (17/10/2022). Belum diketahui jumlah korban yang terdampak bencana ini. Karena Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang masih melakukan pendataan.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Malang, 8 desa yang dilanda banjir adalah sebagai berikut:

  1. Desa Lebakharjo Kecamatan Ampelgading
  2. Desa Purwodadi Kecamatan Tirtoyudo
  3. Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo
  4. Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan
  5. Desa Sidoasri Kecamatan Sumbermanjing Wetan
  6. Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan
  7. Desa Sumbermanjing Kulon Kecamatan Pagak
  8. Desa Sumberoto Kecamatan Donomulyo

Sebelumnya banjir juga melanda Desa Sitiarjo. Banjir sempat terjadi pada Sabtu (15/10/2022) dan surut pada Minggu (16/10/2022). Namun hujan yang tak kunjung berhenti pada Minggu (16/10/2022) malam membuat air kembali naik.

Menurut Staf Kasi Pelayanan Desa Sitiarjo, Yongki Feri, banjir pada pada Senin (17/10/2022) lebih parah dibandingkan banjir pada Sabtu (15/10/2022). Sebelumnya, Kantor Desa Sitiarjo tak terkena banjir. Kini, kantor tersebut terendam setinggi 50 centimeter.

“Biasanya warga mengungsi ke kantor desa. Tapi sekarang kantor desanya ikut terdampak,” ujar Yongki.

Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang secepatnya melakukan penanganan bagi warga terdampak.

“Masyarakat harus kami tolong dulu. Kalau memang dimungkinkan untuk dievakuasi, kami evakuasi,” ujarnya.
Untuk saat ini, ia melihat bencana yang terjadi tidak tergolong berat sehingga langkah yang dilakukan selain evakuasi warga adalah mengirimkan alat berat untuk pembersihan dan bantuan sembako.

Namun, ke depannya ia akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan penanganan lebih lanjut agar banjir ini tidak terjadi lagi. Pihak lain yang akan diajak untuk menyelesaikan masalah ini adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Perhutani, dan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas.

“Mungkin di tahun 2022 ini kami akan berbicara bareng karena titik-titik penyebab bencana itu karena lahannya gundul,” jelas Didik.

Ia juga menyebut bahwa ini pertama kalinya banjir melanda Desa Sumbermanjing Kulon, Kecamatan Pagak. Ia menduga banjir di daerah tersebut disebabkan aliran sungai yang buntu.

“Beberapa wilayah tertentu, seharusnya (ada) aliran air, sekarang pada buntu semuanya,” ujar Didik.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com