Investor Token ASIX Rugi 50%: Uang Rp 11 Juta Jadi Rp 6 Juta

infogeh.co, Jakarta – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengeluarkan pengumuman tetang dilarangnya token ASIX yang diperdagangkan di Indonesia. Hal tersebut membuat harga token kripto yang didirikan Anang Hermansyah itu turun drastis pada Kamis (10/2). Para investornya pun bingung nilai investasinya berkurang 50 persen.

Harga ASIX sempat turun hingga lebih dari 48 persen pada Kamis (10/2) kemarin, menurut catatan Coinbase. Penurunan ini hanya berselang beberapa jam setelah Bappebti mengumumkan di Twitter bahwa token kripto tersebut dilarang diperdagangkan di Indonesia karena tidak termasuk dalam 229 aset kripto yang boleh diperdagangkan sesuai dengan Peraturan Bappebti Nomor 7 tahun 2020.

Penurunan harga tersebut pada akhirnya membuat investor ASIX menjadi panik pada Kamis (10/2) sore. Dalam grup Telegram ASIX Token ID, misalnya, beberapa investor mempertanyakan mengapa uangnya “menguap” hingga tersisa setengahnya saja.

Berdasarkan pantauan kumparanTECH, salah seorang anggota grup bertanya mengapa uangnya di ASIX kini hanya bernilai Rp 5 juta, padahal awalnya ia membeli senilai Rp 10 juta. Anggota grup yang lain juga heran uang senilai Rp 25 juta yang ditaruh di ASIX kini hanya bernilai Rp 12 juta.

Keheranan serupa juga disampaikan sejumlah investor ASIX di live chat situs pemantau harga kripto Coin Market Cap pada Kamis (10/2) sore. Salah satu pengguna heran duitnya yang masuk Rp 20 juta kini hanya tersisa Rp 10 juta.

Pengguna yang lain bahkan secara eksplisit bertanya mengapa uangnya yang senilai Rp 300 juta untuk ASIX jadi menyusut hingga Rp 150 juta saja.

Pertanyaan-pertanyaan investor ASIX tersebut kemudian menjadi bahan candaan dan meme di Twitter. Netizen yang mempostingnya menganggap bahwa investor ASIX tersebut merupakan representasi dari orang yang berinvestasi tanpa memahami secara utuh soal investasi dan token kripto.

Pertanyaan investor ASIX di atas sebenarnya dapat dijelaskan secara sederhana melalui konsep “floating loss”.
Floating loss merupakan istilah dalam dunia investasi di mana orang membeli sebuah aset dengan harga yang lebih mahal dibanding harganya saat ini, dan kerugiannya itu belum terealisasi.

Belum terealisasi di sini artinya orang tersebut belum menjual asetnya, sehingga nilai investasinya masih dapat naik lagi (dan cuan) atau semakin turun (boncos) tergantung pergerakan harga aset di masa depan.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com