11 Orang Pingsan pada Saat Demo Mahasiswa di DPRD Lampung

infogeh.co, Bandar Lampung – Mahasiswa serta elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Lampung Memanggil (AML) menggelar menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung, Rabu (13/4). Mereka menyuarakan penolakan perpanjangan masa jabatan presiden dam isu lainnya.

“Ada sekitar 11 peserta aksi yang jatuh pingsan, mayoritas wanita (mahasiswi) yang jatuh pingsan karena kondisi fisik dan juga teriknya matahari,”kata salah seorang petugas Kesehatan

Humas PMI Lampung, Hady Prasetyo mengatakan, peserta aksi yang jatuh pingsan kebanyakan dari Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang dan ada juga dari Universitas Islam Negeri (UIN) Radin Inten.

Mereka diduga kelelahan saat ikut aksi unras, sehingga mengalami sesak napas dan juga kekurangan oksigen.

Mahasiswa serta elemen masyarakat mengkritisi kebijakan pemerintah dan menuntut keadilan terkait persoalan yang terjadi saat ini, seperti kebijakan kelangkaan dan mahalnya minyak goreng, kelangkaan BBM jenis solar serta kenaikan BBM jenis pertamax dan wacana perpanjangan jabatan Presiden tiga periode.

Para peserta aksi juga membawa spanduk dengan beragam tulisan yakni soal kebijakan pemerintah yang dianggap menyengsarakan rakyat seperti “Lebih Baik Aku Kehilangan Kamu Daripada Kehilangan Keadilan Bangsa Ini”.

Sekitar pukul 13.30 WIB, situasi unras yang dilakukan ribuan mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat Lampung tersebut sempat memanas. Massa aksi meminta agar aparat keamanan yang melakukan pengamanan, agar membuka pagar kawat berduri (barier) di depan pintu masuk Kantor DPRD Provinsi Lampung.

Massa yang tak terbendung itu mencoba menerobos merangsek masuk dengan menarik pagar kawat berduri. Namun usaha para peserta aksi tidak membuahkan hasil.

Mahasiswa sempat bersitegang antara peserta aksi dengan aparat kepolisian. Namun situasi dapat terkendali dan kondusif.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Cnnindonesia.com